Kisah relawan medis dalam aksi kemanusiaannya tak hanya menangani seputar kesehatan korban. Sering sekali, saat mengobati, pasien-pasien bercerita banyak hal tentang beban kehidupan yang mereka jalani, baik setelah terjadi musibah atau sebelum itu.
“Meski kehadiran kita bertujuan mengobati luka fisik, tapi kita juga mencoba menyembuhkan luka batin dengan menjadi pendengar yang baik bagi mereka. Upaya ini juga bagian dari penyembuhan psikis atau trauma healing,” kata bidan Anggia, saat bercerita tentang pengalamannya menjadi relawan medis RBC di Gempa Cianjur kemarin.
Diakui Anggia, dalam mengobati satu pasien tidak bisa cepat. Karena sambil menyimak dan berempati pada kehidupan mereka.
“Kebanyakan yang ditemui, menangis karena kebingungan dan sedih tidak punya tempat untuk pulang. Secara rumah-rumah mereka juga sudah hancur berserakan,” katanya.
Belum lagi, Anggia menemukan pasien-pasien yang ditelantarkan oleh keluarganya. Tak ayal, setelah diobati oleh tim medis RBC, pasien tersebut begitu sangat berterima kasih.
“Ada seorang nenek yang menangis saat kita obati. Saya pikir, menahan diri karena lukanya perih. Tapi setelah bercerita dia terharu ada yang mau menolongnya, karena dia sendiri ditelantarkan keluarganya,” tutupnya.
