Seorang Muslim jauh lebih membutuhkan ilmu daripada makan atau minum. Kita membutuhkan ilmu sebanyak tarikan napas.

Demikian salah satu kutipan yang disampaikan oleh Ustadz Maman Surahman dalam kajian bertajuk “Hujan Penyiram Qalbu” pada Rabu (29/10).

Kajian tersebut termasuk dalam agenda kajian rutin yang diselenggarakan Sinergi Foundation untuk amil-nazhirnya. Bulan ini, kajian diadakan Masjid Al-Lathiif.

Sepanjang kajian, para peserta menyimak penyampaian materi mengenai penerimaan ilmu beserta perumpamaannya. Ada orang yang sangat diberikan ilmu dapat menghafal dan memahaminya. Mereka ibarat tanah subur yang dapat menyerap air dan menumbuhkan tanaman.

Ada pula orang yang hanya mampu menghafal ilmu tanpa memahami maknanya. Perumpamaan untuk golongan ini adalah tanah berbatu yang hanya bisa menampung air.

Sedangkan golongan terakhir adalah orang-orang yang tidak mampu memahami maupun menghafal ilmu yang diberikan. Sehingga, setiap mendapat ilmu, hanya akan lewat tanpa bisa memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain.

Yang paling baik bagi seorang Muslim jelas menjadi golongan pertama yang bisa menghafal dan memahami ilmu yang didapat. Dengan demikian, bisa memberikan banyak manfaat bagi orang-orang di sekitar.

Selain aktif mencari dan menyebarkan ilmu, kita juga perlu aktif mendorong agenda syiar dan dakwah. Caranya dengan klik 👉 dailysedekah.id untuk mendukung perluasan syiar Islam.

Kamu juga bisa transfer ke:
💳 BSI 700 098 2158 a.n. Sinergi Foundation

Hubungi kami untuk info dan konfirmasi di:
DM @sinergifoundation

Assalamualaikum, Sinergi Foundation!