Sahabat Sinergi, tidak semua keluarga dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan baik. Karena begitu banyak pengeluaran ketimbang pundi-pundi rupiah yang dihasilkan.
Kehadiran Aufa, buah hati keempat dari keluarga Pak Adi Setiadi dan Ibu Susan Susanti, yang Cerebral Palsy menyisakan perjuangan yang tidak mudah.
Belum selesai dengan itu, Pak Adi juga harus menelan pil pahit setelah kehilangan motor penunjang mereka mencari nafkah.
Akhirnya, sang ayah memutuskan untuk beralih profesi, dari penjual tahu menjadi buruh pabrik besi. Sementara anak pertamanya, bekerja dengan pemilik kontrakan dengan membuat sangkar burung.
Berbagai ikhtiar telah diupayakan demi kesembuhan Aufa, yang didiagnosis Cerebral Palsy saat masih berusia enam bulan. Bahkan di usianya yang kini enam tahun, Aufa masih rutin mengikuti terapi di RS Hasan Sadikin (RSHS).
Nutrisi menjadi kebutuhan penting yang harus didapatkan, demi tumbuh kembang Aufa. Namun, kondisi ekonomi yang sulit, membuat Pak Adi belum bisa memenuhinya secara maksimal.
Karena itulah, Sinergi Pelayanan Masyarakat (SPM) memberikan bantuan kepada keluarga Pak Adi. Santunan yang diberikan berupa penunjang nutrisi dan diapers untuk menunjang kebutuhan kebersihan diri (sanitasi).
