Sahabat, ada banyak dampak negatif yang dirasakan para penderita Cerebral Palsy. Selain keterbatasan dalam berkomunikasi, penyakit ini juga menghambat pertumbuhan dan perkembangan sang anak.
Ini juga yang terjadi pada Muhamad Sukma. Meski usianya sudah 14 tahun, namun tubuhnya jauh kecil dibandingkan dengan anak-anak sebayanya.
Untuk berkomunikasi juga susah. Hanya bisa menangis dan gerakan tangan. Apalagi Sukma ini juga memiliki epilepsi.
Adapun ibunya, Erni Herliani, seorang ibu rumah tangga yang bersuamikan penjual gorengan. Selain Sukma, Herni juga memiliki dua anak lainnya. Anak pertamanya bekerja sebagai buruh di pabrik karet.
Dirasakan betul oleh Ibu Erni beratnya memenuhi kebutuhan rumah tangga. Karena bukan hanya untuk urusan penghidupan sehari-hari, ia juga harus memutar otak mengatur kebutuhan Sukma, yang tidak sedikit.
Berbagai upaya telah dilakukan sang ibunda. Selain ke rumah sakit dan terapi, berbagai pengobatan tradisional juga ditempuhnya. Akan tetapi belum menunjukkan hasil yang signifikan.
Alhamdulillah baru-baru ini, Sinergi Pelayanan Masyarakat (SPM) bertandang ke kediaman ibu Erni sembari memberikan titipan amanah dari para donatur. Mudah-mudahan dengan bantuan berupa susu dan diapers, dapat membantu Ibu Erni dan keluarga dalam meringankan kebutuhan Sukma. Aamin
