Sinergi Foundation turut ambil bagian dalam merespons tantangan global perubahan iklim melalui Focus Group Discussion (FGD) bertema “Pengembangan Instrumen Keuangan Berkelanjutan Berbasis Syariah dalam Mengatasi Tantangan Perubahan Iklim Melalui Pasar Karbon” yang digelar pada 30 Juli 2025.
FGD ini menghadirkan akademisi, praktisi, dan otoritas keuangan syariah. Dipimpin oleh peneliti utama, Nanik Eprianti, serta dihadiri Dewan Pengawas Syariah Sinergi Foundation, DSN-MUI Kota Bandung, Dewan Syari’ah Kuttab Al-Fatih, dan para akademisi.
Dimoderatori oleh Dr. Popon Srisusilawati, S.E.I., M.E.Sy. (Dosen Prodi Perbankan Syariah Unisba), diskusi berjalan aktif dan konstruktif, membahas integrasi prinsip-prinsip syariah dengan perdagangan karbon.
Dari hasil FGD tersebut diperlukan fatwa dan regulasi bagi keterlibatan lembaga keuangan syariah di pasar karbon, pengembangan produk keuangan syariah hijau seperti green sukuk dan wakaf produktif, serta peningkatan literasi ekososial syariah di masyarakat dan pelaku industri
Sinergi Foundation meyakini, instrumen keuangan syariah yang tepat akan memberi kontribusi nyata bagi kelestarian lingkungan, membangun ekonomi berkelanjutan, dan menjaga bumi untuk generasi mendatang.
