“Al-Qur’an itu indah.”
Demikian salah satu pernyataan yang disampaikan oleh Ustadz Maman Surahman, Lc.. M.Ag dalam kesempatan SF Mengaji bulan Oktober.
Melanjutkan kajian bulan sebelumnya, kajian kembali membahas bab dalam Kitab Ahadith Ishlahul Qulub. Tema utama kajian masih seputar pengaruh Al-Qur’an terhadap hati dan keimanan.

Al-Qur’an dapat menjadi tenaga atau pendukung keimanan seorang Muslim apabila dibaca dengan tadabbur. Melalui tadabbur, kita memosisikan diri seperti berada di belakang Al-Qur’an dan mengikuti tuntunannya. Tujuan melakukan tadabbur adalah mengamalkan apa yang ada di dalam Al-Qur’an.
Seorang Muslim harus berinteraksi dekat dengan Al-Qur’an. Jangan sampai tergolong kaum yang mengabaikan Al-Qur’an sebagaimana yang dikeluhkan Rasulullah SAW dalam surat Al-Furqan ayat 30.
Adapun bentuk-bentuk mengabaikan Al-Qur’an tercermin dalam sikap:
-
tidak mau mendengarkan, membaca, dan mengimani Al-Qur’an
-
tidak mengamalkan, dan tidak merenungkan halal haram dalam Al-Qur’an
-
tidak menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber hukum
-
tidak mau tadabbur dan memahami Al-Qur’an
-
tidak menjadikan Al-Qur’an sebagai obat
Kajian kali ini menjadi pengingat bagi seluruh Insani Sinergi yang hadir untuk senantiasa menjaga interaksi dengan Al-Qur’an agar tak termasuk golongan yang mengabaikannya.
