Kondisi ekosistem pantai memiliki kaitan yang amat erat dengan tingkat kesejahteraan nelayan di wilayah tersebut. Oleh karena itu, untuk memperbaiki taraf hidup nelayan dan masyarakat pesisir perlu dimulai dari restorasi ekosistem yang rusak. Langkah ini lah yang diambil dan diyakini Sinergi Foundation melalui program Fish Bank Indonesia di Desa Patoman, Kecamatan Blimbingsari, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.
Tahun lalu, dilakukan penenggelaman 80 modul Fishbank Bamboo di Pantai Patoman. Modul Fishbank Bamboo ditenggelamkan sebagai sarana transplantasi terumbu karang dan rumah ikan buatan. Solusi ini dipilih sebagai upaya untuk memperbaiki ekosistem Pantai Patoman yang sudah rusak sehingga berdampak pada mata pencaharian para nelayan. Sebelumnya, cara ini telah berhasil dilakukan di Pantai Bomo, Banyuwangi.

Momen penenggelaman tersebut turut disaksikan pula oleh Bupati Banyuwangi, Hj. Ipuk Fiestiandani Azwar Anas, S.Pd., M. Kp. Tim Fish Bank Indonesia turut mengajak nelayan setempat yang tergabung dalam KUB Bintang Makmur dalam proses ini.
Setelah kurang lebih satu tahun, tim Fish Bank Indonesia melakukan kegiatan monitoring untuk memeriksa kondisi modul-modul tersebut. Berbekal kamera underwater dan penyelam profesional, monitoring di lepas Pantai Patoman berhasil dilakukan. Alhamdulillah, modul Fishbank Bamboo yang ditenggelamkan sudah mulai ditumbuhi oleh terumbu karang.
“Alhamdulillah, modul Fishbank Bamboo sudah ditumbuhi terumbu karang. Nanti tiga atau empat bulan ke depan, kami akan lakukan pengambilan gambar lagi untuk melihat sejauh mana perkembangan terumbu karang di modul yang sudah kami tenggelamkan,” jelas Direktur Fish Bank Indonesia Yuyu Wahyudin.

Tak hanya dari segi fisik modul, Fish Bank Indonesia pun melakukan riset terhadap dampak yang dirasakan oleh nelayan KUB Bintang Makmur. Dampak positif disampaikan oleh nelayan yang sehari-hari mencari ikan di area sekitar Pantai Patoman. Mereka yang biasanya harus melaut cukup jauh demi mendapatkan ikan yang cukup.
“Namun setelah ada Fishbank, di sekitar pantai sekarang sudah gampang dapat ikan, besar-besar juga. Ada anggota yang sekarang juga membuka usaha ojek perahu, menyewakan perahunya untuk mancing orang lain. Masyarakat sekitar sudah tahu, mancing di Desa Patoman banyak ikannya,” terang Saiman, ketua KUB Bintang Makmur.
Meski begitu, program Fish Bank Indonesia tak selesai hanya sampai pada tahap tersebut. Tujuan besar dari program ini adalah untuk memberdayakan dan membimbing masyarakat pesisir agar mampu meraih kehidupan yang lebih sejahtera, tidak hanya menggantungkan pendapatan dari hasil menangkap ikan.
Tujuan ini diwujudkan melalui beragam proses, mulai dari perbaikan ekosistem laut, pembekalan nelayan dengan ilmu dan keterampilan lain, hingga membimbing mereka untuk menemukan peluang usaha baru dengan memanfaatkan sumber daya di sekitarnya.
Melalui Fish Bank Indonesia, Sinergi Foundation menunjukkan bahwa pendayagunaan zakat dengan tepat mampu menghasilkan dampak yang luas. Tidak hanya berupa bantuan yang cepat habis, tapi sampai bisa mengubah dan meningkatkan taraf hidup masyarakat prasejahtera.
Ke depannya, tim Fish Bank Indonesia masih akan terus mendampingi KUB Bintang Makmur di Desa Patoman hingga mampu tumbuh dan berdaya di atas kaki sendiri.
