Pentingnya Belajar Adab Sebelum Ilmu

Berita

Rasanya miris sekali ya Sahabat, melihat perilaku generasi kekinian. Dengan mudahnya konten yang berisi keburukan dibuat. Padahal membuat sesuatu yang buruk kemudian diikuti banyak orang, maka padanya akan mengalir dosa orang yang meniru perbuatannya.

Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Barangsiapa mencontohkan dalam Islam suatu contoh yang baik, maka ia akan mendapatkan pahalanya, dan pahala orang yang melakukannya setelahnya, tanpa berkurang sesuatu apapun dari pahala mereka.”

Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam melanjutkan, “Dan barangsiapa yang mencontohkan dalam Islam suatu contoh yang buruk, maka ia menanggung dosanya dan dosa orang yang mengerjakannya setelah dia, tanpa berkurang sesuatu pun dari dosa-dosa mereka.” (HR Muslim)

Untuk memahami haq dan mungkar, mempelajari ilmu saja tak cukup tapi dimulai dari memahami adab. Karena itu, mempelajari adab begitu penting dalam diri seorang insan.

Bahkan ulama besar, Imam Malik bin Anas pun diminta sang ibu untuk mempelajari adab sebelum menimba ilmu kepada seorang ulama besar bernama Rabi’ah bin Abdurrahman. “Pelajarilah adab Syaikh Rabi’ah sebelum belajar ilmu darinya.”

Pun Syaikh Ibnu Mubarak, seorang ulama yang sangat shalih, berkata, “Aku belajar adab 30 tahun lamanya, sedang aku belajar ilmu hanya 20 tahun lamanya.”

Kedudukan adab memang ditempatkan lebih tinggi daripada ilmu. Sebab dengan adab, orang yang berilmu dapat menjaga akhlaknya.

Allah bahkan menyindir keras ahli ilmu Bani Israil yang tidak memiliki adab. “Perumpamaan orang-orang yang dipikulkan kepadanya Taurat, kemudian mereka tiada memikulnya adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal. Amatlah buruknya perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah itu. Dan Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang zalim.” (QS Al Jumuah: 5)

Melihat betapa pentingnya adab sebelum mempelajari ilmu, Sinergi Foundation (SF) berkolaborasi bersama Yayasan Alfatih Pilar Peradaban menginisiasi program pendidikan untuk menanamkan adab sejak dini, yakni Kuttab Al Fatih Cileunyi.

Didanai hasil wakaf produktif, program pendidikan ini tidak dipungut biaya sepeser pun. Siapa saja dapat mendaftarkan putra-putrinya untuk mempelajari adab.

Alhamdulillah, melalui pengelolaan wakaf produktif kita dapat bersama-sama mencetak generasi berakhlak mulia. Semoga menjadi ikhtiar dalam melahirkan generasi muslim yang lebih baik di masa depan, aamiin.

Sahabat, siap berkontribusi dalam kebaikan ini? KLIK di sini

Ayo Berbagi untuk Manfaat Tiada Henti

Informasi!

Semua dana donasi terhimpun di Sinergi Foundation murni disalurkan untuk kepentingan sosial, dan BUKAN untuk tujuan pencucian uang, terorisme, maupun tindak kejahatan lainnya.

×
Open chat
Assalamualaikum, Sinergi Foundation!