sampah, bank sampah, lumbung desa, lumbung desa ciwangi, garut

Mengelola Bank Sampah Ala Lumbung Desa Ciwangi

Jika mendengar kata sampah, apa yang Anda pikirkan? Segudang sampah yang menumpuk, dan identik dengan hal-hal yang berbau busuk?

Namun, tidak semua begitu lho. Dengan konsep bernama bank sampah, sampah dipilih berdasarkan kategori seperti sampah plastik, sampah kaca, sampah koran, dan lain sebagainya. Tak kalah penting, sampah biasanya sudah dibersihkan terlebih dahulu, sehingga tidak terlihat seperti sampah pada umumnya.

Bank sampah ini bisa kita jumpai juga di Kampung Sukasirna Desa Ciwangi Kec. Limbangan Garut. Ini rupanya sudah berjalan sekira satu tahun lamanya. Program tersebut digagas oleh Shani, seorang wanita tangguh yang di awal perintisan dipandang sebelah mata oleh masyarakat sekitar. Tapi seiring berjalannya waktu, dengan kegigihan dan kerja keras, ia berhasil menggerakkan warga untuk tidak membuang sampah sembarangan.

Setiap hari, Shani mengambil sampah kerumah-rumah warga, dan lama kelamaan warga pun mengantarkan sampah ke rumahnya. Jika kita mengunjungi kediaman Shani, terlihat tumpukan sampah yang rapi dan sudah dibersihkan tepat berada  di belakang rumah.

Awal mulanya bank sampah tercetus kala mengikuti kumpulan-kumpulan rutin pada riungan  pembentukan kelompok Lumbung Desa Ciwangi pada tahun 2017 lalu. Shani merupakan salah satu anggota kelompok tani Puspa Reuma II yang aktif mengikuti bank sampah sampai sekarang.

Ketika kami menyambangi rumahnya pada hari kamis (5/7) lalu, dia mengeluhkan pemasaran sampah-sampah terkadang telat diambil pengepul, sehingga terjadi tumpukan sampah yang tidak terelakkan. Memang menurutnya, sampah yang dia kumpulkan tidak terlalu besar hasilnya, namun dia percaya untuk perubahan besar diawali oleh hal-hal kecil.

Dia berharap ada inovasi lebih lanjut mengenai sampah-sampah ini seperti adanya pelatihan khusus pembuatan kerajinan dari sampah. Keterampilan lain ini ia nilai perlu, apalagi didukung harga sampah yang terbilang murah, hanya sekitar Rp200-400/kg.

Lumbung Desa hadir bukan sekedar untuk memajukan sektor pertanian saja,  melainkan semua aspek dalam kehidupan seperti keagamaan dan bidang sosial. Apa yang Shani lakukan adalah bentuk semangat perubahan sosial yang perlu kita jaga dan lestarikan.

“Perubahan besar diawali dengan hal-hal kecil,” tandas Shani. []

Ditulis oleh Rahmi dan Gagan, pendamping LD Ciwangi Garut.

Berbagi & Bersinergi untuk Manfaat Tiada Henti

Masukan Email Anda

untuk mendapatkan informasi berkala.

×
Assalamualaikum! Silahkan Tinggalkan Pesan anda di sini dan kami akan segera merespon pesan anda segera.