Kalau berkunjung ke Dusun Oeue, Kecamatan Amanuban Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang pertama kali menarik mata pastilah jejeran rumah-rumah eksotis di sana.

Bentuknya serupa mangkuk terbalik, dengan ukuran yang kecil dan dinding rumah dari batang pohon goang.
Kalau Sahabat penasaran, namanya Sao, rumah adat unik yang dihuni penduduk setempat.

Tapi, di balik dinding-dinding rumah unik itu, ada kenyataan pahit yang bersembunyi. Kemiskinan bersemayam di bawah atap-atap sederhana itu, nyaris tak terjangkau oleh dunia luar.

Sebagai gambaran, rata-rata penghasilan penduduk dusun tersebut tak lebih dari Rp35.000/hari. Mereka lebih banyak bertahan dengan hasil alam sebab dusun mereka terletak di daerah pegunungan.

Selain kemiskinan, kondisi rawan akidah pun membayangi kehidupan Muslim di dusun Oeue.

Maka, kedatangan seekor sapi kurban dari kebaikanmu tahun lalu, Sahabat, tak hanya memercikkan suka cita di wilayah terpencil itu. Kurbanmu juga menjadi media edukasi dan syiar Islam bagi mereka.Alhamdulillah.

Sahabat, tahun ini mari kita berikan kebahagiaan kurban kembali di desa terpencil lainnya dengan gabung di Green Kurban.

Assalamualaikum, Sinergi Foundation!