Kekeringan yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT) membuat warga di sejumlah wilayah kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Merespons krisis air bersih di NTT, Sinergi Amil Zakat–Sinergi Foundation menyalurkan enam unit watertank untuk membantu ratusan jiwa di Desa Nangahale dan Desa Talibura, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka agar tetap berdaya di tengah kekeringan.

Kekeringan yang terjadi sejak Agustus ini menambah beban masyarakat yang sebagian di antaranya masih berjuang memulihkan diri dari dampak gempa bumi, baik secara fisik maupun psikologis. Sumur dan sumber air yang biasa digunakan warga mulai mengering, sehingga mereka terpaksa menempuh perjalanan berkilo-kilometer hanya untuk mendapatkan air bersih.

“Di sini memang sangat butuh air. Keluarga masyarakat yang agak mampu membeli air galon. Lalu, masyarakat yang tidak mampu biasanya mengambil air di Padu Bima sana. Kurang lebih sekitar tujuh atau delapan kilometer mereka tempuh untuk mengambil air,” ungkap seorang warga.

Untuk membantu mengatasi keterbatasan tersebut, Sinergi Amil Zakat–Sinergi Foundation mendistribusikan bantuan air bersih secara bertahap pada Selasa (29/9), Kamis (1/10), dan Sabtu (3/10). Penyaluran dilakukan menggunakan enam unit watertank di dua wilayah terdampak kekeringan tersebut.

Kedatangan truk pengangkut air bersih disambut antusias oleh warga. Antrean terlihat mengular di sekitar truk, sementara warga membawa wadah masing-masing untuk menampung air yang didistribusikan.

Secara keseluruhan, sebanyak 29.600 liter air bersih disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan 439 jiwa di Desa Nangahale/Wair Wua dan Desa Talibura. Bantuan ini diharapkan dapat membuat warga tetap berdaya karena memiliki persediaan air bagi warga selama beberapa hari ke depan, terutama untuk kebutuhan dasar seperti mandi, mencuci, dan memasak.

Bagi warga yang selama ini kesulitan mendapatkan air, bantuan tersebut menjadi dukungan berarti untuk kembali menjalani aktivitas sehari-hari. Salah seorang warga Desa Nangahale menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada para donatur yang telah membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

“(Kami) mengucapkan terima kasih banyak kepada Bapak/Ibu donatur dari Sinergi Foundation yang telah memberikan kami sumbangan air bersih. Mudah-mudahan menjadi amal jariyah nanti dan dimurahkan rezekinya, dan sehat selalu,” ucapnya.

Kepala Program Pemberdayaan ZIS Sinergi Amil Zakat–Sinergi Foundation, Haidar Junda, menyampaikan bahwa penyaluran bantuan air bersih ini merupakan bagian dari respons lembaga terhadap kebutuhan mendesak masyarakat yang terdampak kekeringan.

“Bagi warga yang terdampak, air bersih merupakan penopang agar mereka tetap berdaya menjalani aktivitas kehidupan dengan layak. Apalagi, sebagian warga NTT masih berjuang memulihkan diri dari dampak gempa. Kami berharap bantuan ini bisa sedikit meringankan beban dan membantu mereka bangkit,” ujar Haidar.

Ia menambahkan, upaya penyaluran bantuan tidak hanya menyasar masyarakat terdampak kekeringan di Nusa Tenggara Timur. Sinergi Amil Zakat–Sinergi Foundation juga merencanakan distribusi bantuan bagi relawan dan penyintas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat.

Di tengah ancaman kekeringan dan potensi mundurnya awal musim hujan akibat El Niño, kebutuhan air bersih di sejumlah wilayah masih menjadi perhatian. Akses terhadap air bersih bukan hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menyangkut kesehatan dan kelayakan hidup agar mampu tetap bertahan dan berdaya di situasi sulit.

Melalui penyaluran bantuan ini, Sinergi Amil Zakat–Sinergi Foundation mengajak masyarakat untuk turut berkolaborasi membantu warga yang menghadapi krisis air bersih di NTT maupun wilayah lain yang terdampak kekeringan. Dukungan dan kepedulian bersama diharapkan dapat memperluas akses air bersih bagi masyarakat yang membutuhkan.

Assalamualaikum, Sinergi Foundation!