Kehadiran Jembatan Permata di Sukabumi membawa harapan baru bagi ribuan warga Kampung Cipicung, Desa Mekarasih, Kecamatan Simpenan, serta Kampung Nyamplong, Desa Bantar Gebang, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi. Jembatan yang diresmikan pada Sabtu (24/10) ini dibangun melalui kolaborasi Sinergi Foundation bersama Permata Bank Syariah melalui Unit Pengelola Zakat dan Dana Kebajikan (UPZDK) untuk menghadirkan akses yang lebih aman dan memudahkan aktivitas masyarakat.

Sebelum jembatan tersebut dibangun, warga harus menyeberangi sungai menggunakan rakit. Tak jarang, warga tercebur saat melintas. Kondisi ini diceritakan oleh Sihaburofiq, salah seorang warga Kampung Cipicung, yang merasakan langsung sulitnya akses penghubung antarkampung.

Warga sebenarnya sempat memiliki jembatan gantung dengan pijakan kayu. Namun, tingginya aktivitas masyarakat membuat komponen jembatan cepat rusak sehingga belum sepenuhnya menjawab kebutuhan warga akan akses yang aman.

“Jembatan ini memang akses utama warga. Setiap hari ada ratusan orang yang melintas, mulai dari anak sekolah, warga yang pergi ke kebun, sampai yang hendak berobat. Kalau harus memutar, jaraknya bisa 7–8 kilometer. Apalagi saat hujan besar dan air sungai meluap, aktivitas warga bisa terhenti,” ungkapnya.

Karena itu, warga menyambut antusias pembangunan jembatan baru yang lebih kokoh. Jembatan gantung dengan pijakan bordes ini dibangun selama 49 hari dan terbentang sepanjang 95 meter. Keberadaannya diperkirakan memberikan manfaat bagi 1.480 kepala keluarga (KK) atau 5.432 jiwa.

Ketua UPZDK Permata Bank Syariah, Awaludin Gumbira, menyampaikan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari upaya menyalurkan dana umat, khususnya zakat, agar memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Ia menjelaskan, pembangunan jembatan di Sukabumi ini merupakan jembatan ketujuh yang terwujud melalui kolaborasi bersama Sinergi Foundation.

“Jembatan ini juga menjadi salah satu yang terpanjang. Terima kasih, jazakumullahu khairan, kepada Sinergi Foundation yang telah membantu menyalurkan amanah dana yang kami kelola.”

Awaludin berharap, manfaat jembatan tersebut tidak berhenti pada tersedianya infrastruktur penghubung.

“Harapannya, jembatan ini bukan sekadar menghubungkan dua wilayah, tetapi juga membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik. Anak-anak bisa lebih mudah sekolah, warga lebih mudah mengakses layanan kesehatan, dan aktivitas ekonomi serta pemberdayaan masyarakat bisa berjalan lebih lancar,” tuturnya.

Sekretaris Yayasan Sinergi Foundation, Handono Bhakti Sungkaryo, turut menyampaikan apresiasi kepada UPZDK Permata Bank Syariah dan seluruh pihak yang mendukung pembangunan jembatan tersebut.

Menurutnya, jembatan ini terwujud atas izin Allah melalui amanah dana dari para donatur, termasuk nasabah dan karyawan yang mempercayakan penyalurannya melalui UPZDK. Kolaborasi tersebut menjadi ikhtiar bersama untuk menghadirkan akses yang lebih baik sekaligus mempererat ukhuwah antarmasyarakat.

“Jembatan ini hadir berkat amanah dari banyak orang baik yang ingin berbagi manfaat. Semoga keberadaannya bisa memudahkan aktivitas warga, mempererat hubungan antarkampung, dan menjadi amal jariyah bagi semua pihak yang terlibat,” ungkapnya.

Kepala Desa Mekarasih, Ujang Suryadi, juga menyampaikan kebahagiaannya atas peresmian Jembatan Permata. Menurutnya, keberadaan jembatan ini sangat penting bagi mobilitas masyarakat di kedua desa, termasuk sebagai jalur alternatif.

“Ini akses vital, Pak, kedua desa ini, dan juga jalan alternatif. Sekarang akses semakin lancar. Anak-anak tidak lagi waswas ketika melintas, begitu juga warga yang bawa hasil kebun atau mau silaturahmi.”

Selain meresmikan jembatan, Sinergi Foundation bersama UPZDK Permata Bank Syariah juga menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat dhuafa. Bantuan ini menjadi bentuk kepedulian terhadap warga yang menghadapi kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari akibat kondisi ekonomi dan kekeringan yang berdampak pada aktivitas pertanian.

Salah seorang penerima manfaat, Kartijah (65), mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan tersebut. Di tengah kondisi kebun dan sawah yang sulit diolah akibat kekeringan, bantuan sembako menjadi penopang untuk memenuhi kebutuhan keluarga, terutama setelah ia kehilangan pasangan hidupnya.

Melalui kolaborasi ini, Sinergi Foundation dan UPZDK Permata Bank Syariah berharap Jembatan Permata di Sukabumi dapat terus menumbuhkan manfaat bagi ribuan warga. Jembatan ini diharapkan membuka akses bagi warga yang lebih berdaya dalam pendidikan, layanan kesehatan, dan perekonomian, sekaligus menjadi wujud nyata pemanfaatan dana umat untuk menghadirkan manfaat berkelanjutan.

Assalamualaikum, Sinergi Foundation!