Rezeki dapat hadir dalam berbagai wujud dan berasal dari berbagai sumber.

Bagi Pak Asep Ropandi, rezeki yang membahagiakan hati itu berbentuk bantuan untuk memenuhi kebutuhan sang buah hati tercinta, Aabidah.

Sebagai seorang ayah, Pak Asep selalu ingin memberikan yang terbaik untuk Aabidah, terlebih karena putrinya itu mengidap kondisi spesial, yakni Cerebral Palsy. Kondisi yang mengharuskannya mendapat nutrisi dan perawatan terbaik seumur hidupnya.

Sebagai anak berkebutuhan khusus (ABK) sehari-hari Aabidah hanya mampu terkulai di tempat tidurnya. Di umurnya yang sudah menginjak 13 tahun, ia  menggantungkan seluruh kebutuhan hidup di tangan kedua orang tuanya.

Makan, minum, buang air, kegiatan dasar yang normalnya bisa dilakukan anak seusianya secara mandiri tanpa bantuan, tak mampu ia jalankan. Secara emosional pun ia masih sangat bergantung pada sang ayah.

Kondisi ini menyebabkan Pak Asep harus senantiasa berada di sisi anaknya. Ia berjuang merawat Aabidah dengan sepenuh hati sambil mengais rezeki, membantu berjualan ayam potong hingga mengojek dengan upah yang tak seberapa.

Senyum penanda ketegaran tak lepas dari wajahnya. Bahunya tetap kuat, kakinya tetap tegak, mengadapi segala kesulitan yang menimpa hidupnya. Kesabaran dan keteguhan Pak Asep sungguh menginspirasi ya, Sahabat.

Jangan biarkan Pak Asep dan orang tua lain yang merawat ABK berjuang sendirian.

Assalamualaikum, Sinergi Foundation!