Saat pemasukan sedang sulit, tak jarang menjadi pertimbangan untuk berbagi dengan sesama. Karena memang untuk membeli kebutuhan saja sudah susah, bagaimana mau sedekah?

Sedekah tak harus dengan nominal besar, bahkan ikhtiarmu untuk istiqamah bersedekah dengan 1 rupiah pun amat Allah hargai. Karena di saat sedang kesulitan, kamu masih berikhtiar untuk beramal.

“Maka barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah niscaya dia akan melihatnya. Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrah sekalipun, niscaya dia akan melihatnya pula.” (QS Al Zalzalah: 7-8)

Pun mengenai hal ini Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullah berkata, “Saat sulit tetap sedekah, saat lapang juga bersedekah. Jika berada dalam keadaan lapang, ia perbanyak sedekahnya. Jika dalam keadaan sulit, ia tetap berbuat baik walau sedikit.” (Taisir Al-Karim Ar-Rahman, hlm. 148)

Meski begitu, berbagi disesuaikan dengan kemampuan dan selalu utamakan hati yang ikhlas. Sebab, Allah lah yang mengatur rezeki dan kehidupan kita.

“Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.” (QS At Thalaaq: 7)

Dengan sedekah yang didasari keikhlasan hati, akan berbalas lipatan kebaikan, seperti karunia kesehatan, ketenangan jiwa, kebahagiaan, kemudahan segala urusan, hingga membuat rezeki yang sedikit sekalipun menjadi berkah, membuat yang sedikit menjadi cukup, dan yang sempit menjadi lapang, insya Allah..

Semoga Allah senantiasa menggerakkan hati kita untuk senantiasa ikhlas dalam membantu sesama yang membutuhkan, terutama di masa resesi ekonomi seperti sekarang.

Sahabat, siap berbagi? KLIK di sini

Assalamualaikum, Sinergi Foundation!