Iman tidak akan benar jika hati belum lurus, dan hati tak akan lurus jika lisan belum dijaga. Pesan inilah yang menjadi inti Kajian Kitab Islahul Qulub bersama Ustadz Maman Surahman, yang diikuti oleh Insan Sinergi pada Rabu, 4 Februari 2026 di Masjid Al-Lathiif.
Dalam kajian ini disampaikan bahwa amal saleh tidak bisa sempurna bila hati yang menjadi fondasi utamanya bermasalah. Agar hati tetap benar dan lurus, ia harus diisi dengan kecintaan kepada Allah, mencintai ketaatan kepada-Nya, serta membenci maksiat.
Ustadz Maman mengibaratkan cinta kepada Allah sebagai mesin penggerak kehidupan—digerakkan dengan raja’ (harapan kepada Allah) dan dijaga dengan khauf (rasa takut kepada-Nya). Keseimbangan inilah yang menjaga iman tetap hidup.
Dan untuk menjaga iman, diperlukan keistiqamahan sejati, bukan hanya soal konsistensi lahir, tetapi juga istiqamah batin. Hati yang tenang tidak larut dalam penyesalan masa lalu dan tidak berlebihan mencintai dunia.

Sebagai penutup, jamaah diajak merenungi dan memahami bahwa dunia hanyalah sarana, sementara akhirat adalah tujuan. Kajian ini menjadi pengingat bahwa memperbaiki iman harus dimulai dari meluruskan hati, agar setiap amal bernilai dan istiqamah.
