bambu, green kurban, bambu, kurban, green kurban, lumbung bambu, penghijauan

Inovasi Bambu untuk Ketersediaan Air

Menghadapi musim kemarau kali ini masyarakat diminta untuk lebih waspada. Menurut perkiraan BMKG, musim kemarau yang berlangsung sampai Agustus 2019 mendatang akan lebih kering dari tahun sebelumnya. (kompas.com)

Tapi kita bisa menanggulangi hal tersebut dengan giat melakukan penanaman pohon. Sehingga saat musim penghujan tiba, akar-akar pohon telah siap menyerap dan menampung air untuk kemarau berikutnya.

Di perayaan Idul Adha ini, kita bisa lho beribadah sekaligus melakukan penghijauan. Dengan bergabung di program Green Kurban. Program inovasi Kurban plus penghijauan, dimana dari satu hewan yang dikurbankan, turut ditanam satu pohon sebagai ikhtiar hijaukan bumi.

Berkiprah sejak tahun 2013, Green Kurban telah menanam 26.679 pohon dari jenis pohon buah produktif dan jabon. Lalu pada perkembangannya, Green Kurban memilih bambu sebagai tanaman konservasi lingkungan.

Pemilihan tanaman bambu ini bukan tanpa dasar lho Sahabat.

Sebuah penelitian di China mengungkapkan, hutan bambu mampu meningkatkan penyerapan air ke dalam tanah hingga 240% dibandingkan hutan pinus. Pun pada penelitian lain menyatakan, sistem perakaran bambu monopodial sangat efektif mencegah erosi dan tanah longsor. Tentu ini diharapkan bisa memperbaiki lahan kritis.

Ditambah, turut memberdayakan masyarakat dengan kreasi kerajinan tangan, produk substitusi kayu, konstruksi bangunan, dan lainnya. Keren banget kan?

Mari bergabung bersama ribuan pekurban lainnya dalam program Green Kurban. Semoga menjadi bagian dari amal jariyah yang senantiasa mengalirkan kebaikan, berujung kebahagiaan. Aamiin. []

Ayo Berbagi untuk Manfaat Tiada Henti

Masukan Email Anda

untuk mendapatkan informasi berkala.

Assalamu'alaikum! Silakan tinggalkan pesan Anda, Sinergi Consultant kami siap untuk membantu.
Powered by