“Mau jadi guru Bahasa Indonesia.”
Malu-malu, Bibit menjawab ketika ditanya perihal cita-cita. Katanya, Bibit ingin menjadi guru yang dapat mencerdaskan murid-muridnya.
Di usia yang masih muda, Bibit sudah melalui banyak ujian hidup. Bibit lahir dengan nama Lutfa Safna Maulida. Nama panggilan Bibit diberikan oleh sang nenek sebagai harapan agar cucunya diberikan kehidupan dan kasih sayang oleh Allah SWT.
Bibit telah ditinggal kedua orang tua sejak usia 1 tahun, menderita gizi buruk hingga harus rutin kontrol ke rumah sakit, serta menjalani hidup dengan keadaan ekonomi yang pas-pasan bersama kakak-kakak dan neneknya di Desa Bomo, Banyuwangi.
Namun, ia tumbuh tanpa banyak mengeluh. Sang Nenek menyebut Bibit yang saat ini berusia 12 tahun merupakan anak yang pendiam dan penurut.
Bahkan, ketika diolok teman-temannya karena tak memiliki orang tua, Bibit tak membalas. Ia justru mengencangkan tekad untuk meraih cita-cita.

Sambil tersenyum, Bibit berjanji akan semakin semangat belajar demi mengejar cita-citanya. Agar kelak bisa membahagiakan nenek yang telah membesarkannya.
Sahabat, mari kita dukung anak-anak yatim piatu seperti Bibit meraih cita-citanya.
