Kaget bercampur takjub, begitulah testimoni Kepala Sekolah TK Islam Terpadu Al Muthmainnah, Cibaduyut Kidul, Herlin Novianti usai menjajal wahana Teras Lembang. Ia turut merasa bangga di lahan seluas 4,3 hektar ini ternyata adalah lahan wakaf dan operasionalnya didanai dari wakaf produktif.

“Alhamdulillah, luar biasa sekali. Di lahan yang begitu luas ini segalanya dapat dipenuhi dengan dana wakaf, kata Herlin, usai mendampingi anak didiknya field trip di Teras Lembang.

Apalagi, imbuhnya, wahana yang ditawarkan sangat banyak dan bervariatif. Bukan hanya menanam, namun juga ada berkuda dan wisata taman anggrek.

“Alhamdulillah, kegiatan field trip di Teras Lembang di luar ekspektasi. Karena kami niatnya hanya ingin mengenalkan menanam, namun ternyata di sini banyak kelebihannya

Dikatakannya, di Teras Lembang, antara praktik dan teorinya komplit. Anak didiknya, bukan hanya dikenalkan tentang cara bercocok tanam, namun juga pupuk organiknya dan cara memanen sayur yang baik.

“Selain pengenalan sayur mayur, anak-anak juga dilatih keberaniannya dengan menaiki kuda. Itu sesuatu hal yang baru bagi mereka,” ungkapnya.

Herlin menyebutkan, alasan pihak sekolah memilih teras lembang sendiri tidak terlepas dari target indikator pembelajaran di kurikulum merdeka. Yaitu anak – anak belajar menanam secara langsung ke alam.

“Para pemandunya juga oke banget. Mereka memberikan penjelasan dengan sangat rinci dan sesuai dengan kapasitas berpikir pada usia anak-anak,” tutupnya. []

Assalamualaikum, Sinergi Foundation!