green kurban, kurban plus penghijauan, bambu, green kurban, bambu, lumbung bambu, citarum,

Di Mana Green Kurban Dipijak, Di Situ Bumi Dijaga

Sahabat, tak terasa nih Idul Adha tinggal menghitung hari. Setiap tahun, sering kali kita jumpai pembagian hewan kurban dengan kantong plastik.

Yuk ikut Green Kurban. Sejak tahun 2013, Green Kurban aktif mengurangi plastik sebagai bahan pembungkus daging kurban. Mengusung inovasi “Green” dalam program kurban, adalah sebentuk ikhtiar serius Sinergi Foundation dalam memasivekan gerakan peduli lingkungan.

Tentu dalam penerapannya, banyak pula aspek yang harus diperhatikan demi sejalan dengan visi misi tersebut. Salah satunya adalah, mengurangi penggunaan bahan plastik dalam menyalurkan daging kurban untuk warga.

Lalu menggunakan apa? Sejak awal program Green Kurban berdiri (Tahun 2013), sebagian besar pendistribusiannya memanfaatkan bahan organik yang menjadi potensi alam di wilayah penyaluran tersebut. Sebagai gantinya, masyarakat di seluruh pelosok Indonesia diedukasi untuk menggunakan kearifan local setempat: menggunakan besek, ganting, daun jati, hingga pelepah pisang.

Tak hanya itu, dengan bergabung di Green Kurban, para pekurban juga turut berpartisipasi menanam satu pohon dari setiap hewan yang dikurbankan. Ikhtiar penghijauan ini dilakukan bersama Sinergi Foundation, dan berhasil menanam 26.679 pohon di lahan-lahan kritis.

Yuk tunaikan bumi kita, dan lindungi alam dengan berkurban di Green Kurban. Insya Allah, di mana Green Kurban dipijak, di situ pula bumi dijaga. 🙂

More info, KLIK :
bit.ly/GreenKurban

Kurban via aplikasi? Bisa! Download aplikasi ZakatApp di :
bit.ly/zakatapps

Kurban via transfer :
BSM 700 546 3108
Mandiri 13000 7004 2000
An. Sinergi Foundation

BCA 008 305 3485
An. Yayasan Semai Sinergi Umat

Hubungi kami untuk konsultasi kurban :
Whatsapp/SMS 081 321 200 100

Ayo Berbagi untuk Manfaat Tiada Henti

Masukan Email Anda

untuk mendapatkan informasi berkala.

Assalamu'alaikum! Silakan tinggalkan pesan Anda, Sinergi Consultant kami siap untuk membantu.
Powered by