Masih jelas dalam ingatan, bulan Oktober tepat tiga tahun lalu terjadi eskalasi besar konflik di Palestina. Momen yang membuat perhatian seluruh dunia tertuju pada nasib penduduk Palestina, yang kian hari kian tertindas di bawah genosida zionis Israel. Indonesia menjadi salah satu negara yang cukup aktif menunjukkan solidaritas, khususnya melalui gerakan dan penggalangan dana masyarakat.
Sebelum peristiwa 7 Oktober pun, kepedulian dan solidaritas terhadap Palestina sudah berakar cukup kuat dalam hati rakyat Indonesia. Bila ditelusuri kembali jejak sejarahnya, hubungan antara Indonesia dan Palestina telah terjalin erat sejak kurang lebih satu abad lalu. Tepatnya sejak muncul permasalahan Baitul Maqdis yang wilayahnya dibagi oleh Inggris menjadi kawasan untuk Yahudi (Israel), Jordania dan Baitul Maqdis (Palestina).
Respon keras muncul dari umat Islam di Indonesia, dimulai dari tokoh-tokoh gerakan Islam seperti Nahdhatul-Ulama, Sarekat Islam, Muhammadiyah dan lain-lainnya yang kemudian merambat ke Muslim secara luas. Solidaritas diekspresikan lewat berbagai cara, mulai dari pembentukan komite khusus, penggalangan dana, hingga langkah diplomasi Indonesia di mata dunia. Suara dukungan untuk Palestina terus mengalir meski saat itu Indonesia juga sedang berusaha bangkit dari penjajahan.
Fakta sejarah ini masih belum diketahui oleh banyak rakyat Indonesia. Buku “Akar Sejarah Solidaritas Indonesia Palestina” yang ditulis oleh para sejarawan Komunitas Jejak Islam untuk Bangsa (JIB) menjelaskan fakta-fakta penting tersebut. Mengupas dengan dalam babak demi babak peristiwa penting sejarah yang berperan serta membentuk dan memperkuat hubungan antara Indonesia dengan Palestina.
Sebagai lembaga filantropi Islam yang konsisten mendukung perjuangan Palestina, Sinergi Amil Zakat – Sinergi Foundation pun berkontribusi dalam perluasan dampak buku ini. Selain mendukung penerbitan buku, dilakukan pula penyelenggaraan acara bertajuk “From History to Solidarity”. Sebuah acara yang menggabungkan edukasi sebagai upaya merawat ingatan akan jejak sejarah perjuangan untuk Palestina sekaligus mewujudkannya dalam aksi kemanusiaan yang nyata.
Acara ini menggabungkan agenda peluncuran dan bedah buku “Akar Sejarah Solidaritas Indonesia Palestina” dengan pemaparan aksi kemanusiaan, konser amal, serta penggalangan dana. Penggabungan elemen-elemen tersebut dilakukan untuk menyediakan ruang bagi masyarakat, khususnya umat Islam, menjaga semangat untuk mendukung dan mewujudkan perjuangan melawan penjajahan di Palestina dengan dampak nyata.
“From History to Solidarity” akan dilaksanakan pada Sabtu, 17 Oktober 2026 bertempat di Auditorium Bandung Creative Hub. Agenda bedah buku diisi narasumber kompeten yakni Syaidina Sapta Wilandra sebagai Penulis Buku dari Komunitas JIB, Pizaro Gozali Idrus sebagai Pengamat Isu Palestina Kontemporer, Thoudy Badai sebagai Jurnalis dalam aksi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0, serta Haidar Junda Rabbani sebagai Praktisi Kemanusiaan Sinergi Foundation. Sementara konser amal diisi oleh Panji Sakti, musisi yang kerap menyuarakan kepeduliannya terhadap isu kemanusiaan di Palestina.
“Kami berharap acara ini bisa menjadi wadah untuk semakin mengobarkan solidaritas terhadap Palestina. Sebuah ikhtiar untuk mengingatkan bahwa sejak dulu, bangsa ini telah setia mendampingi perjuangan Palestina. Dan tak ada alasan untuk mengendurkan kepedulian saat ini, ketika Palestina masih sangat menderita karena genosida,” tegas Direktur Sinergi Amil Zakat – Sinergi Foundation Waeli Mohdan.
Sinergi Amil Zakat – Sinergi Foundation membuka pintu selebar-lebarnya bagi masyarakat umum untuk bergabung dalam acara ini. “Bersama-sama, kita bisa mengambil pelajaran dari sejarah, mendengarkan suara kemanusiaan, sekaligus mewujudkan aksi kemanusiaan pada momen ini,” tutup Waeli.
