Mansyur Syah tak pernah menyangka dirinya kini diamanahi Allah untuk mengembangkan pondok Pesantren, membuka kebun singkong, usaha konveksi, dan depot air isi ulang di Kp Sekeindah, Ds. Ciherang, Ciparay, Bandung.
Padahal sebelum bergabung dengan program Dai Entrepreneur Leadership (DEL), Mansyur banyak memanfaatkan waktunya untuk mensyiarkan agama Allah di kampungnya. Sedang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia menjadi petani bunga philodendron, membuat kripik singkong, juga menjaga depot air.
“Saya mampu berkembang seperti sekarang ini juga wasilah dari ilmu dan silaturahim selama mengikuti pelatihan program DEL – Sinergi Foundation,” jelasnya.
Bimbingan dan motivasi yang diterima selama mengikuti program, menginspirasi Mansyur untuk melakukan hal yang luar biasa untuk membangun umat meski dalam lingkup yang masih kecil.
“Pondok pesantren Al Hidayah yang saya kelola ini kebanyakan santrinya berasal dari kalangan preman dan anak jalanan. Alhamdulillah kini mereka menjadi santri berakhlakul karimah,”
Dan tak hanya itu saja, pun Mansyur memproduktifkan mereka menjadi pekerja konveksi yang ia kelola. “Kalau dulu mereka hanya memanfaatkan gadget untuk main game, sekarang jadi entrepreneur online.”
Pun berkah dari usaha ini, Mansyur mampu menyekolahkan ketujuh anak-anaknya hingga ke jenjang universitas. Alhamdulillah..
Jazakallah khairan Sahabat yang telah ber#SinergiZakat bersama kami. Zakat kita produktifkan da’i daerah sehingga semakin berdaya.
—————————————-
Program Dai Entrepreneur Leadership (DEL) merupakan program rintisan awal Sinergi Foundation tahun 2010 silam dalam memanfaatkan donasi zakat untuk pemberdayaan da’i. Alhamdulillah, sebagian besar penerima manfaatnya kini memiliki taraf hidup yang lebih baik.

