Ketika seorang muslim meninggal, ada 3 bekal yang akan dibawa, yakni; amal shaleh, doa anak-anak yang shaleh, dan sedekah jariyah (wakaf).
“Jika manusia mati, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah (wakaf), ilmu yang diambil manfaatnya, anak shalih yang selalu mendoakan orang tuanya.” (HR Muslim)
Keutamaan wakaf ini, bahwa orang yang berwakaf akan mendapat pahala berkali-kali dan tidak hanya sekali. Terhitung hingga manfaat dari wakafnya habis, barulah pahalanya akan habis.
Meski orang yang berwakaf sudah meninggalkan dunia fana, asalkan harta yang diwakafkan itu masih terus memberikan manfaat buat orang-orang, maka di alam kuburnya dia akan terus menerus menerima ‘aliran’ pahala tanpa henti.
Inilah bedanya amalan wakaf dengan sedekah, infak, dan zakat. Harta yang diikrarkan untuk wakaf harus dikelola oleh nadzhir agar dapat terus mengalirkan manfaat. Karena itu, harta yang diwakafkan bisa menjadi bekal terbaik kita di akhirat kelak.
Di Sinergi Foundation, wakaf Sahabat dikelola menjadi berbagai program yang bermanfaat bagi umat. Salah satunya adalah kehadiran Rumah Sakit Wakaf Ibu dan Anak (RSWIA).
RSWIA merupakan pengembangan fasilitas kesehatan dari program Rumah Bersalin Cuma-Cuma (RBC). Yakni unit kesehatan yang diperuntukkan bagi kalangan dhuafa.
Insya Allah, dengan perlengkapan medis yang lebih baik dapat mengatasi kondisi darurat tanpa harus dirujuk ke rumah sakit lain. Sehingga penanganan ibu dapat lebih cepat.
Yuk siapkan bekal akhirat kita dengan berwakaf di Sinergi Foundation!
KLIK Donasi di sini
