‘Hitunglah domba saat susah tidur’ kini sudah tidak berlaku, tapi ‘hitunglah domba sebelum kurban dimulai’ yang sedang berlaku. Seperti anak-anak di Kampung Cisirah, Desa Cibahayu, Kecamatan Kadipaten, Tasikmalaya yang sibuk menghitung domba bergumul di bawah pohon.
“Liat tangan bapak kamu ada darahnya” seorang anak perempuan menunjuk ke arah seorang bapak yang berlumuran darah hewan kurban. Anak lain mengangguk setuju dengan apa yang dikatakan.
Anak-anak Kampung Cisirah memang terlihat antusias menyaksikan prosesi penyembelihan hewan kurban. Setelah 4 tahun tidak ada kurban, baru kali ini mereka dapat menyaksikan langsung bagaimana proses penyembelihannya.
Keadaan ekonomi menengah ke bawah menjadi salah satu alasan kenapa kurban sangat jarang diadakan. Banyaknya pengangguran dan penghasilan dari pekerjaan buruh tak dapat menutupi kebutuhan hidup.
“Alhamdulillah akhirnya ada kurban lagi di kampung ini. Terimakasih donatur Green Kurban Sinergi Foundation” ujar Imas salah satu warga Cisirah. Dengan senyum berseri-seri ia menunjukkan betapa bersyukurnya kurban dapat hadir kembali di kampungnya.
Bagi sebagian orang, kurban di setiap tahunnya masih bisa dinikmati dengan leluasa. Namun bagi sebagian orang lain, kurban menjadi momentum yang mungkin hanya dapat terjadi sekali dalam bertahun-tahun.
Jazakumullah khair Sahabat, telah berkurban di Sinergi Foundation dan membahagiakan warga Kp. Cisirah.
Ayo ikut lagi program Green Kurban tahun depan! Kita sapa wilayah lain yang membutuhkan..



