Wanita yang murah senyum itu bernama Suminarni. Ia seorang penerima manfaat yang sempat mendapat layanan persalinan dan kesehatan dari program Rumah Bersalin Cuma-Cuma (RBC) di Sinergi Foundation.

Tahukah sahabat, di balik kesederhanaannya, ia adalah sosok yang sangat dermawan.

Bu Suminarni begitu kagum mendengarkan kajian keutamaan sedekah di Majelis Taklim rutin RBC yang kerap ia ikuti. Dari bersedekah, seorang mukmin mendapat syafaat, terhalang dari api neraka, pahala yang mengalir, dan lainnya.

Dia pun beritikad menabung rutin untuk bersedekah. Jika tabungan telah penuh, uang tersebut didonasikan ke lembaga Sinergi Foundation. “Kalau ada sisa uang, receh pun tak apa, masukkan ke kotak tabungan ini. Nanti kalau sudah banyak, akan dipakai untuk membantu orang-orang yang membutuhkan,” katanya semangat.

Meski hidup sederhana dan sering pas-pasan, Suminarni tak ragu untuk terus memberi. Bahkan, ia kerap menyisihkan uang belanja hariannya. “Allah yang Maha Pemberi. Rezeki lebih sedikit pun, harus tetap dibagi, jangan dimakan untuk sendiri,” katanya.

Begitu juga dengan sang suami. Dari sisa uang makan di tempat kerja, suaminya bisa bersedekah karena ia tak merokok sebagaimana kawan-kawan yang lain.

Bu Suminarni pun mengajak putra sulungnya yang masih menginjak kelas 6 SD untuk bersedekah. Ia sering meminta anaknya agar tak langsung menghabiskan uang saku. Meski receh, Fikri, putranya itu, sering pula memenuhi kotak sedekah.

Seperti yang dijanjikan Allah, Suminarni merasakan hatinya menjadi lapang dan bahagia. Uang-uang yang disedekahkan tak menyempitkan keluarga mereka. Allah tak pula membuat mereka merasa berkekurangan.

“Kalau rezeki yang ada dikatakan tak cukup, kita tidak bersyukur. Selama ini, saya merasa cukup,” tandasnya.

Masya Allah, semoga harta yang disisihkan Bu Suminarni berkah ya Sahabat!

Assalamualaikum, Sinergi Foundation!