Idul Adha bukan sekadar perayaan menyembelih hewan kurban dan membagi-bagikannya kepada dhuafa agar bisa sama-sama menikmati hidangan luar biasa. Tapi Idul Adha juga kaya akan hikmah yang istimewa dari sosok Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail.

Seperti yang kita ketahui, Nabi Ibrahim begitu mendamba anak. Keinginan ini pun akhirnya Allah kabulkan melalui istri keduanya, Siti Hajar. Dari rahim beliau, kemudian lahirlah Nabi Ismail.

Begitu Nabi Ismail beranjak remaja, Allah menurunkan perintah melalui beberapa kali mimpi untuk mengurbankan Nabi Ismail. Beliau pun menyampaikan pesan mimpinya ini kepada sang buah hati, seperti yang termaktub dalam Quran Surah As-Shaffat Ayat 99-111.

Namun tak dinyana, dengan tegas dan lugas, Nabi Ismail meminta ayahnya untuk melaksanakan perintah tersebut tanpa ragu. Bahkan meyakinkan ayahnya, bahwa ia akan mendapati Nabi Ismail sebagai orang yang sabar.

Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail pun melaksanakan perintah tersebut. Dan ketaatan mereka dalam melaksanakan perintah tersebut kemudian Allah ganjar dengan mengganti Ismail dengan seekor kambing.

Sahabat, dari kisah Nabi Ibrahim dan Ismail tersebut, adalah seruan untuk selalu patuh dan melaksanakan perintah Allah Ta’ala. Meski terasa amat berat seperti yang diceritakan dalam kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, namun dengan keikhlasan dan ketulusan, Allah selalu mempunyai rencana baik bagi setiap hambanya yang taat kepadaNya.

Pun dari kisah tersebut Allah mengingatkan seluruh umat manusia bahwa segala hal yang diberikan olehNya adalah sebuah titipan. Meskipun hal itu sangat berharga, namun sesungguhnya tujuan akhir hanyalah rasa cinta dan ketaatan kepada Allah.

Dan dari kisah tersebut, kita pun belajar tentang hakikat pengorbanan dengan hal yang terbaik. Sebab dalam menyiapkan ibadah kurban, setiap muslim pastilah menyisihkan sebagian harta benda, tenaga, pikiran, waktu, dan lain sebagainya untuk saling menolong dan membantu sesama. Wallahua’lam bishshawwab.

Source: DBS

Assalamualaikum, Sinergi Foundation!