Meski terbata-bata, salah satu mustahik, Pak Farid tetap bersemangat mengeja huruf hijaiyyah sampai tuntas. Seperti inilah keadaannya, mulanya Pak Farid sempat enggan karena malu sudah lama tidak mengaji. Tapi relawan dengan sabar membimbingnya membaca Iqra.
Sahabat, penyaluran bantuan harian untuk dhuafa tidak hanya menyasar kebutuhan pokok mustahik. Tetapi di dalamnya juga terdapat program bimbingan rohani, yaitu dengan mengajarkan mustahik untuk mengaji Al-Qur’an.
Warga Kiaracondong ini sengaja datang ke kantor Sinergi Foundation untuk mengajukan bantuan beras. Sebab, di usianya yang sudah sepuh, ia tak lagi bisa bekerja dan kakinya sendiri mengalami kelumpuhan. Pun dengan putranya, sudah 2 minggu ini di-PHK karena pekerjaannya di konveksi.
Selain memberikan bantuan yang dibutuhkan, relawan mengingatkan bahwa selain ikhtiar bumi (dengan mencari pekerjaan dan mencari bantuan), ikhtiar langit pun harus dilakukan. Caranya, dengan tidak melalaikan shalat dan rajin mengaji.
Hari ini, Pak Farid mendapat pelajaran baru. Tidak hanya mendapat beras, tapi juga semakin mendekat dengan Sang Khaliq.
Sahabat, bantuan untuk Pak Farid dan mustahik lainnya didanai dari zakatmu. Yang mau membersihkan hartanya dan berbagi dengan dhuafa, sisihkan 2,5% dari penghasilanmu dan silahkan berzakat melalui link ini
