Seringkali, sedekah disandingkan dengan berbagi rezeki dalam bentuk uang. Padahal sedekah merupakan sumber kebajikan yang menjalin hubungan kemanusiaan dengan empati, kasih sayang, dan persaudaraan.
Seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah, “Siapakah manusia yang paling baik?’, Rasulullah menjawab, “Orang yang sanggup memberi manfaat kepada sesamanya!”
Karena itu sedekah tidak hanya terbatas dalam bentuk materi. Sedekah mengandung makna yang lebih tinggi dan lebih luas daripada sekadar pemberian kepada orang lain yang bersifat materi.
Rasulullah SAW pun pernah menegaskan perlunya setiap orang memberi sedekah setiap hari. “Tiap-tiap jiwa keturunan Adam, tanpa kecuali, harus bersedekah, setiap hari, di mana matahari terbit di dalamnya.”
Mendengar hadis itu, seorang sahabat yang tak punya apa-apa bertanya, “Bagi orang semacam kami ini, bagaimana bisa bersedekah?”
Rasulullah menjelaskan, “Sesungguhnya pintu kebajikan itu banyak sekali. Mengucapkan tasbih, tahmid, takbir, tahlil, dengan khidmat dan khusuk adalah sedekah. Mengajak orang kepada yang baik dan melarang dari yang munkar adalah sedekah. Menyingkirkan sebuah batu dari jalan untuk memudahkan orang lewat adalah sedekah. Menuntun orang buta menyeberang jalan adalah sedekah. Memberi petunjuk kepada orang yang bertanya kepadamu adalah sedekah.
Memapah orang yang tak berdaya dan mengharapkan bantuan dengan kekuatan dua betismu serta mendukung orang yang lemah dengan kekuatan dua lenganmu adalah sedekah. Dan senyummu bila berhadapan dengan saudaramu adalah sedekah.” (HR Bukhari-Muslim).
Jadi, meski tak ada uang atau makanan yang bisa dibagi, kamu tetap masih bisa bersedekah dengan cara lain seperti yang termaktub dalan hadits Rasulullah ini. Yuk yang semangat sedekahnya!
Source: Republika
