Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam meneladankan kepada umatnya untuk banyak membaca istighfar. Pun hal ini juga sering kita dengar dari banyak kajian. Membaca istighfar tidak hanya dilakukan setelah menunaikan shalat wajib, jika bisa, dalam setiap kegiatan yang dilakukan. Baik itu sedang membereskan rumah, berbelanja, memasak, hingga bekerja.

Lalu, mengapa kita harus banyak istighfar dalam keseharian kita?

Hal ini disebabkan, manusia adalah makhluk yang tidak pernah luput dari kekhilafan dan dosa, sehingga istighfar dan taubat harus dijaga setiap saat. Bahkan dengan beristighfar secara kontinu atau terus-menerus dapat menghapus dosa-dosa yang menjadi penghalang terkabulnya doa.

Allah SWT berfirman, “Maka bertasbihlah kamu (Muhammad) dengan memuji Tuhanmu dan memohon ampunlah kepadaNya, sesungguhnya Dialah Zat yang Maha Pengampun.” (QS An Nashr: 3)

Allah memerintahkan kepada manusia untuk senantiasa beristighfar tak mengenal waktu dan tempat. Selagi ia sempat dan ingat kepada Allah maka dianjurkan untuk bisa beristighfar kepadaNya.

Dari Al Aghorr Al Muzanni, yang merupakan sahabat Nabi, bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Ketika hatiku malas, aku beristighfar pada Allah dalam sehari sebanyak seratus kali.” (HR Muslim)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia mendengar Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Demi Allah, aku sungguh beristighfar pada Allah dan bertaubat padaNya dalam sehari lebih dari 70 kali.” (HR Bukhari)

Sahabat, istighfar dapat dilafalkan sebelum dan sesudah shalat atau juga di akhir malam. Hal inilah yang dilakukan oleh orang-orang yang bertakwa, “Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. Dan di akhir malam mereka beristighfar (memohon ampun) kepada Allah.” (QS Adz Dzaariyat: 17-18)

Rabiah Adawiyah, wanita sufi dalam sejarah Islam mengatakan, “Istighfar kita kepada Allah membutuhkan istighfar yang banyak.”

Dengan memperbanyak istighfar, selain sebagai sarana mengingat kepada Allah sang Maha Pencipta juga untuk memohon ampun kepadaNya; dapat mengingatkan hakikat diri sebagai makhlukNya yang lemah, tiada terlepas dari salah dan dosa; memberikan jalan keluar dari segala bentuk kesusahan dan kesempitan; dan mendapatkan rezeki dari jalan yang tidak disangka-sangka.

Semoga Allah mudahkan kita untuk beristighfar dalam keseharian, aamiin.

Source: DBS

Assalamualaikum, Sinergi Foundation!