Puasa Ramadhan bukan sekadar menahan haus, lapar dan hawa nafsu, tapi juga bentuk ketaatan kita kepada Allah.

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS Al Baqarah: 183)

Menjalankan ketaatan juga diikuti dengan kesabaran dalam menahan diri dari perbuatan tercela. Sebab, dengan dibelenggunya setan, sepenuhnya kita melawan dorongan hawa nafsu buruk dari dalam diri. Sebab amat sayang, jika kita berpuasa di bulan Ramadhan tapi tak mampu menjaga diri dari keburukan. Puasa kita pun menjadi tak bernilai di mata Allah.

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Berapa banyak orang yang berpuasa, tetapi dia tidak mendapatkan apapun dari puasanya kecuali rasa lapar dan haus.” (HR Thabrani)

Agar shaum Ramadhan kita tak hanya bernilai menahan lapar dan haus semata, maka menghindari hal-hal mudharat adalah salah satu ikhtiar dalam menjaga pahala puasa.

Rasulullah bersabda, “Lima perkara yang menghapus pahala orang yang berpuasa, yaitu dusta, ghibah, adu domba, melihat dengan syahwat, dan sumpah palsu”. (HR Al Dailami dalam kitab al Firdaus, juz 2, hlm.197), (HR Ahmad 2,441) (HR Ibn Majah 1689)

Dalam memaksimalkan ibadah di akhir Ramadhan, semoga kita semua terjaga dari hal-hal tercela yang merusak pahala Ramadhan. Baik itu saat bersosialisasi dengan tetangga secara offline maupun saat menggunakan media sosial.

Assalamualaikum, Sinergi Foundation!