Ramadhan adalah bulan istimewa yang di dalamnya dijanjikan rahmat (karunia), maghfirah (ampunan), dan itqun min al nar (pembebasan dari api neraka).

Maka termasuk merugi jika kesempatan yang seharusnya bisa kita manfaatkan untuk memperbanyak ibadah, amalan dan memperbaiki diri, justru dihabiskan untuk berleha-leha, malas-malasan hingga berujung pada turunnya kreativitas dan produktivitas.

Ramadhan haruslah menjadi momentum kita dalam meningkatkan kualitas diri. Sebab bila dihayati secara mendalam, Ramadhan ibarat madrasatun mada al hayah yakni madrasah sepanjang hayat yang berkelanjutan mendidik dan mengedukasi generasi demi generasi setiap tahun.

Pada masa Rasulullah, Ramadhan bahkan menjadi bulan perjuangan. Sejarah mencatat, pada tanggal 17 Ramadhan tahun ke-2 hijriah, umat Islam mengalami perang Badar. Pun kota Mekkah dibebaskan juga pada bulan Ramadhan pada tahun ke-8 hijriah. Dan peristiwa lainnya yang mencerminkan perjuangan di bulan Ramadhan.

Karena itu, sudah sepantasnya jika di bulan Ramadhan tidak hanya menjadi sarana dalam meningkatkan kualitas spiritual dengan melaksanakan ibadah kepada Allah. Tapi juga upgrade kualitas muslim dalam hal produktivitas, kreativitas, hingga karya. Semoga kita dapat memetik hikmah selama ditempa di bulan Ramadhan ini. []

Assalamualaikum, Sinergi Foundation!