Di usia ketika sebagian besar anak seusianya tengah bersiap memasuki jenjang SMA, Widia justru dihadapkan pada kenyataan yang begitu berat. Impiannya untuk melanjutkan pendidikan terancam kandas bukan karena kurangnya semangat belajar, melainkan karena keterbatasan biaya.
Dengan suara lirih, Widia mengungkapkan bahwa hingga saat ini dirinya belum memiliki biaya yang cukup untuk mendaftar ke SMA. Kondisi ekonomi keluarga membuat langkahnya menuju bangku sekolah terasa semakin jauh.
“Aku terancam nggak bisa lanjut sekolah tahun ini, Kak,” tutur Widia.

Ayah Widia sehari-hari bekerja sebagai pengumpul barang bekas. Penghasilan yang tidak menentu membuat keluarga harus berjuang keras untuk memenuhi kebutuhan hidup, terlebih untuk membiayai pendidikan.
Meski demikian, Widia tidak pernah menyalahkan keadaan ataupun orang tuanya. Ia memilih menerima kondisi keluarganya dengan lapang dada sembari terus berusaha mengumpulkan harapan sedikit demi sedikit.
“Aku bilang kalau ayah nggak bisa, nggak apa-apa. Kita nabung dulu aja bareng-bareng. Soalnya pengen banget sekolah,” ucapnya.
Di balik keterbatasan yang dihadapi, Widia menyimpan mimpi yang sederhana namun begitu bermakna. Ia ingin belajar dengan sungguh-sungguh, meraih prestasi, dan membuktikan kepada sang ayah bahwa perjuangannya tidak akan sia-sia.
“Aku pengen punya ranking dan nilai besar, biar bisa liatin ke ayah kalau aku bisa. Aku juga pengen kuliah nanti kalau ada rezeki,” katanya penuh harap.
Sayangnya, hingga saat ini tabungan yang berhasil dikumpulkan Widia baru mencapai sekitar Rp200 ribu. Jumlah tersebut masih sangat jauh dari kebutuhan biaya masuk sekolah yang harus segera dipenuhi agar dirinya dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA.

Bagi sebagian orang, pendidikan mungkin menjadi sesuatu yang mudah diakses. Namun bagi Widia, kesempatan untuk bersekolah adalah impian yang harus diperjuangkan dengan berbagai keterbatasan.
Meski berada dalam situasi yang sulit, Widia memilih untuk tidak menyerah. Ia percaya bahwa Allah SWT akan menghadirkan jalan melalui orang-orang baik yang peduli terhadap masa depan anak-anak seperti dirinya.
Melalui program kepedulian pendidikan yang diinisiasi Sinergi Foundation, masyarakat diajak untuk bersama-sama menghadirkan harapan baru bagi Widia agar ia dapat melanjutkan sekolah dan terus mengejar cita-citanya.
Setiap bantuan yang diberikan tidak hanya menjadi biaya pendidikan, tetapi juga menjadi penyemangat bahwa masih banyak orang yang percaya pada mimpi seorang anak untuk mengubah masa depannya melalui pendidikan.
Mari bersama menjadi bagian dari perjalanan Widia meraih cita-citanya. Dukungan terbaik dapat disalurkan melalui tautan s.id/donasi-anak-yatim, agar tidak ada lagi anak yang harus mengubur mimpinya hanya karena keterbatasan biaya.
