Kalau di Jawa Barat ada tradisi munggahan sebelum memasuki bulan Ramadhan, di Aceh ada tradisi sendiri yang tak kalah unik dan penuh nilai kebersamaan. Namanya: Meugang.
Tradisi ini dilaksanakan dengan membeli, memasak, dan menyantap daging sapi bersama-sama. Meugang menjadi tradisi untuk menebus kerinduan antarkeluarga yang sehari-harinya disibukkan dengan kegiatan masing-masing dan tak bisa berkumpul.
Warga Baling Karang, Aceh Tamiang sudah nyaris merelakan bahwa mereka mungkin tak akan bisa melaksanakan tradisi meugang tahun ini. Setiap keluarga tengah sibuk berusaha bangkit dan membangun kembali hidup mereka pasca bencana beberapa bulan lalu.
Namun, Allah menunjukkan jalan agar para penyintas bencana yang tangguh ini dapat menyambut Ramadhan dengan tradisi mereka.
Tepat satu hari sebelum Ramadhan, warga berkumpul bersama untuk bersiap melaksanakan meugang. Para bapak turun tangan langsung untuk menyembelih sapi yang kami hadirkan dari amanah dana kebaikanmu.
Usai disembelih, daging sapi dipotong dan dibagi menjadi bagian-bagian untuk diberikan kepada seluruh warga. Setiap rumah dipastikan dapat menikmati daging sapi dan memasaknya untuk dinikmati bersama keluarga.

Penyediaan sapi untuk meugang ini merupakan wujud rasa syukur atas hadiah atas komitmen dan kesungguhan warga Baling Karang dalam mendukung pelaksanaan program Kampung Bangkit. Berkat kerja keras mereka juga, kini setiap keluarga telah memiliki Rumah Tumbuh sendiri untuk bernaung dan menjalani Ramadhan dengan lebih aman dan nyaman.
Dengan terlaksananya tradisi meugang, awal Ramadhan di Baling Karang terasa lebih positif. Semoga, para penyintas bencana bisa menjalani Ramadhan yang lebih berdaya ya, Sahabat.
Mari terus bersamai para penyintas bencana di bulan Ramadhan ini dengan klik s.id/ramadhan-tumbuh-berdaya
Atau transfer ke:
💳 BSI 700 098 2158 a.n. Sinergi Foundation
Info & konfirmasi, hubungi:
📲 0822 9803 0169
