Ibadah kurban bukan hanya ibadah yang memerlukan kesiapan hati tapi juga finansial. Sebab tak jarang ada keluarga yang dapat melaksanakan kurban satu ekor kambing.
Jika sudah begitu, hanya ada satu hal yang dilakukan yakni melakukan kurban secara giliran.
Misalnya satu keluarga terdiri dari suami, istri dan dua anak. Maka tahun ini yang berkurban suami, tahun depan istri, tahun setelahnya anak pertama, tahun setelahnya lagi anak kedua, dan seterusnya.
Padahal menurut Dewan Syariah Sinergi Foundation, Ust. Maman Surahman, Lc. MA., dalam kajian Tanya Jawab Kurban menjelaskan, bahwa dari satu keluarga itu bisa berkurban dengan seekor kambing. Hal ini bersandarkan pada hadits Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam,
“Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam berlurban dengan dua domba gemuk yang bertanduk salah satunya untuk diri beliau dan keluarganya dan yang lain untuk orang-orang yang tidak berqurban dari umatnya.” (HR Ibnu Majah no.3122, dihasankan oleh Al Albani dalam Irwaul Ghalil [4/353]).
Demikian juga para sahabat Nabi, yang berkurban. Mereka berkurban seekor kambing untuk keluarganya.
Dari Abu Ayyub Al Anshari radhiallahu’anhu, ia berkata, “Dahulu di masa Nabi Shallallahu ’Alaihi Wasallam, seorang lelaki berkurban dengan satu kambing yang disembelih untuk dirinya dan keluarganya. Mereka makan dan sembelihan tersebut dan memberi makan orang lain. Kemudian setelah itu orang-orang mulai berbangga-bangga (dengan banyaknya hewan kurban) sebagaimana engkau lihat.” (HR Tirmidzi no.1505, Ibnu Majah no. 3147, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Ibnu Majah).
Meski begitu, Ust. Maman melanjutkan, jika memiliki rezeki lebih, akan lebih baik jika setiap anggota keluarga dapat berkurban masing-masing. Selain memperoleh pahala kurban, mereka juga dapat berbagi lebih banyak kepada orang-orang yang membutuhkan di masa pandemi seperti saat ini.
Sahabat siap berkurban untuk bantu masyarakat terdampak pandemi? KLIK di sini
Hubungi kami untuk konsultasi kurban:
Whatsapp/SMS 081 321 200 100
