Hati orang tua mana yang tidak hancur saat mengetahui anaknya telah berpulang mendahuluinya?
Segala upaya jelas akan dikerahkan untuk mengantar dan mendampingi sang anak ke peristirahatan terakhir. Hambatan fisik dan finansial tak lagi diindahkan, yang terpenting adalah hadir pada setiap momen terakhir buah hatinya.
Lansia yang Sahabat lihat fotonya di atas adalah orang tua itu, orang tua yang tengah berduka karena kehilangan belahan jiwanya. Kabar berpulangnya sang anak itu sampai begitu mendadak. Pak Edeng yang hanya bekerja sebagai buruh kebun sama sekali tak punya dana simpanan untuk digunakan berkunjung ke Bandung, menghampiri kediaman anaknya.
Tapi, duka tak bisa menunggu. Pak Edeng memaksakan diri berangkat dengan uang seadanya. Setidaknya, ia harus hadir selama proses takziah berlangsung.
Setelah selesai bertakziah, barulah ia kebingungan bagaimana caranya kembali ke Purwakarta. Tanpa uang di tangan, sendiri di kota orang, juga ketidakmauannya membebani menantu yang juga bertahan dari hari ke hari dengan kondisi ekonomi pas-pasan.
Pada akhirnya, langkah menuntun Pak Edeng menuju kantor Sinergi Foundation. Meskipun malu dan segan, diceritakannya kesulitan yang sedang ia hadapi; bagaimana duka seorang ayah mengantarkannya ke Bandung walau tanpa persiapan yang cukup.
Alhamdulillah, seluruh cerita itu berujung pada solusi. Pak Edeng mendapat bantuan untuk membeli tiket pulang ke Purwakarta dari dana kebaikan yang diamanahkan donatur.
Sahabat, ini semua berkat zakat yang kamu titipkan pada kami. Melalui zakat itu, hadir solusi untuk mereka yang kekurangan dan membutuhkan.
Jadikan zakat sebagai aksi nyata kita menolong sesama. Klik www.sinergizakat.id
Zakat via transfer:
💳 BSI 700.097.4107 a.n Sinergi Foundation
Hubungi kami untuk info dan konfirmasi di:
0851-1762-1366 – Kang Dini
