Pagi itu, tim Rumah Bersalin Cuma-Cumi (RBC) mendapat kabar ada seorang ibu yang datang bersama buah hati dengan sebuah kaleng di tangannya. Rupanya ibu ini adalah salah satu pasien kami di RBC.

“Bu saya mau kasih hasil kencleng saya, alhamdulillah suami saya udah keterima kerja, jadi mau rutinin sedekah lagi di RBC”, ucapnya saat itu.

Masya Allah, gimana gak terharu, begitu mendapatkan kerja ibu ini memiliki keinginan untuk bersedekah walaupun di tengah ekonomi terbatas.

Ibu ini mengajarkan pada kita bahwa sedekah tidak melihat berada atau tidak, namun dari dorongan hati yang ingin memberi pada sesama dengan keikhlasan dan mengharap ridho Allah.

Cobalah kita pikirkan dan ingat kembali, apakah kita sudah mampu berbagi tanpa memikirkan besar kecilnya nilai atau kondisi kita, apakah sedang berada atau tidak?

Jika belum, mungkin ini saatnya kita muhasabah dan mengingatkan diri bahwa kita sebagai hamba Allah tak bisa hidup sendiri tanpa menyebarkan kasih sayang pada sesama.

Assalamualaikum, Sinergi Foundation!