Alhamdulillah per tanggal 10 Agustus 2021 atau bertepatan dengan 1 Muharram 1443 H, umat muslim memasuki tahun baru hijriyah. Tahun baru hijriyah tidak hanya sebagai momentum pergantian tahun tapi juga memaknai peristiwa hijrahnya Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam dari Mekah ke Madinah pada 622 M.

Hijrah di kala itu menjadi tonggak awal umat Islam memulai kehidupan baru yang lebih merdeka dalam mengemban risalah Islam dan lebih leluasa dalam menyebarkan ajaran-ajaran Islam kepada penduduk Madinah hingga seluruh dunia.

Dalam kurun waktu 13 tahun setelah hijrah, Islam tak hanya dikenal sebagai ibadah ritual tapi juga menjadi sistem dalam kehidupan. Dari tatanan tersebut kemudian berkembang menjadi era dinasti yang luar biasa selama berabad-abad lamanya sebagai puncak kemajuan umat Islam yang mencerahkan semesta.

Karena itu, sudah sepantasnya jika kita meresapi makna hijrah dengan melakukan perubahan yang lebih baik sebagaimana yang dilakukan Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam.

Hal tersebut bisa dimulai dengan bermuhasahabah dan melakukan evaluasi diri. Meninggalkan perbuatan-perbuatan tercela, menjadi muslim yang lebih lembut dan dapat menahan diri. Serta menyempurnakan ibadah wajib dan menambah amalan-amalan sunnah yang sebelumnya jarang dikerjakan dengan tujuan mengharap ridha Allah semata.

Diantara amalan sunnah yang bisa kita kerjakan di Bulan Muharram adalah melaksanakan puasa ‘Asyura. Namun sebagai pembeda dengan umat Yahudi, maka Rasulullah menyarankan untuk berpuasa juga di hari ke sembilan atau Tasu’a.

Adapun ganjaran melaksanakan shaum sunnah Asyura yakni menghapus dosa-dosa selama 1 tahun ke belakang (hadits Muslim, dari Abu Qatadah)

Semangat Muharam di tahun baru Hijriah, semoga memberi energi baru untuk membenahi diri dari keburukan di tahun-tahun sebelumnya. Semoga Allah mudahkan, aamiin.

Source: DBS

Assalamualaikum, Sinergi Foundation!