Beberapa hari terakhir ini publik dikejutkan dengan kasus yang menimpa keluarga artis, Nirina Zubir. Pasalnya, dari penggelapan 6 sertifikat tanah, keluarga Nirina mengalami kerugian hingga mencapai Rp 17 miliar.
Kasus yang dialami oleh keluarga Nirina Zubir salah satu dari kejadian perampasan tanah. Pun di sekitar kita sebenarnya juga terjadi hal yang serupa. Mulai dari menggeser tanda batas tanah, mencangkul batas tanah hingga tidak terlihat si pemilik, hingga memperkarakan kepemilikan tanah yang sebenarnya tidak memiliki hak milik.
Bagi orang-orang yang melakukan kejahatan seperti ini balasannya amatlah berat di akhirat.
Aisyah ra menuturkan, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Barangsiapa mengambil sejengkal tanah secara dzalim, maka kelak akan dikalungkan kepadanya tujuh lapis tanah.” (HR Bukhari dan Muslim)
Mengenai hal ini Syaikh Utsaimin rahimallahu menjelaskan, “Di dalam Hadits ini menunjukkan dalil bahwa orang memiliki tanah maka dia memiliki juga (tanah) bagian bawahnya sampai tujuh lapis bumi, tidaklah boleh seseorang melubangi kecuali dengan izinnya.
Misalkan kamu ditakdirkan mempunyai tanah seluas tiga meter persegi dan sekeliling (tanahmu) adalah tanah milik tetanggamu, kemudian tetanggamu bermaksud untuk membuat lubang/terowongan diantara tanahnya, dan melewati bagian bawah tanahmu maka tidaklah dia dibenarkan dalam hal ini karena kamu memiliki tanah dan apa saja yang berada di bawah tanah tersebut sampai tujuh lapis bumi.
Sebagaimana juga ruang udara (di atas tanahmu) adalah milikmu sampai ke langit. Maka seseorang tidak bisa untuk membangun atap kecuali dengan izinmu. Oleh karena itu berkata ulama, ‘Udara itu mengikuti apa yang tetap (tanah), dan tanah itu sampai tujuh lapis bumi. Jadi seseorang (yang memiliki tanah) mempunyai bagian atas bagian bawah (dari tanahnya), tidak boleh seseorang (merampasnya).”
Riwayat lain menjelaskan, “Barangsiapa yang mengambil sesuatu (sebidang tanah) dari bumi yang bukan haknya maka pada hari kiamat nanti dia akan dibenamkan sampai tujuh bumi.” (HR Bukhari)
Sahabat, perkara merampas tanah bukanlah masalah yang remeh. Di dunia, mungkin dapat lepas dari jeratan hukum, namun di akhirat? Tentu Allah tidak akan melepas pelaku-pelaku kejahatan ini.
Karena itu, jangan sekali-kali merampas tanah yang bukan hak kita. Karena hukuman di akhirat sangatlah berat. Semoga kita terhindar dari perilaku buruk ini, aamiin.
Source: DBS
