Satu hal yang istimewa dari program pemberdayaan adalah, bisa menjadi saksi perubahan yang ditampakkan para penerima manfaat. Dan perubahan di sini bukan cuma soal ekonomi, melainkan juga kepercayaan diri yang terpancar dari wajah mereka.
Seperti yang diperlihatkan dua penerima manfaat pelatihan tata boga, Min Aminah dan Rosita, saat beraksi dalam acara Paradaya Movement pada Rabu (28/5). Keduanya begitu percaya diri dan cekatan menyajikan pizza roll dan cupcake kepada para tamu yang hadir.

Ekspresi keduanya begitu sumringah, seakan mewakili tulisan yang tertera pada booth mereka: Roti ini terbuat dari 50% cinta.
Pada saat pembukaan acara, Rosita bercerita, bagaimana pelatihan tersebut mengubah dirinya. Sebelumnya, Rosita merasa seperti berjalan sendiri tanpa arah. Usaha rumahannya tak dapat berkembang meski ia ingin.
“Bagi saya, ini bukan hanya soal belajar membuat kue. Tapi tentang bagaimana saya bisa bangkit kembali,” ungkapnya sambil diliputi rasa haru.
Kini, usaha kue Rosita berkembang pesat. Dan ia bisa berdiri lebih tegak dan berani sebagai perempuan yang berdaya.

Sungguh luar biasa rasanya, menyaksikan penerima manfaat yang berhasil maju setelah mengikuti Paradaya Movement. Dan momen ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mendorong pelaksanaan program pemberdayaan. Tidak hanya lewat kontribusi pada Paradaya Movement yang diinisiasi Paragon Corp, melainkan juga program-program lainnya.
