Membesarkan buah hati penderita Cerebral Palsy tidak selalu tentang cerita duka. Ada banyak momen, tingkah laku mereka yang tidak biasa itu malah bisa membangkitkan semangat hidup.
Hal ini yang dirasakan betul oleh Ibu Dian Marliyah. Meski anak ketiganya, Dinda, tidak bisa bicara normal, namun dengan mendengar celotehannya saja membuat rasa letihnya hilang.
“Dinda ini anak yang pengertian. tidak banyak menuntut. Senyumnya menjadi penyemangat saya,” aku sang ibu.
Meski penguasaan kosakatanya hanya beberapa patah kata, seperti aa, abah, atau emam (makan). Akan tetapi tidak menghalangi komunikasi di antara mereka berdua.
“Dinda ini anak yang tidak bisa diam, suka guling-guling ke sana kemari. Kadang kepalanya kepentok tapi dia tetap tersenyum dengan senyuman khasnya. Itu yang membuat saya bahagia melihat tingkahnya,” tutupnya.
