Ramadhan berlalu berganti bulan Syawal. Meski begitu, jangan mengendorkan semangat beribadah kita. Karena di bulan Syawal pun terdapat amalan utama yang keutamaannya tak kalah dengan Ramadhan. Yakni puasa enam hari di bulan Syawal.

Berikut keutamaan-keutamaan ketika melaksanakan puasa enam hari di bulan Syawal;

1. Pahala berpuasa setahun penuh
Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR Muslim)

2. Menutup kekurangan dan menyempurnakan ibadah wajib
Sebagaimana shalat sunnah rawatib yang menyempurnakan ibadah wajib, amalan sunnah puasa Syawal nantinya akan menyempurnakan puasa Ramadhan yang juga ada kekurangan selama melaksanakannya kemarin.

3. Tanda diterimanya amalan puasa Ramadhan
Tanda diterimanya sebuah amal shaleh yakni dengan Allah menunjukkan amalan baik lainnya. Dalam hal ini yakni melaksanakan puasa Syawal setelah puasa Ramadhan (Lihat Latho-if Al Ma’arif, Ibnu Rajab Al Hambali, hal. 394, Daar Ibnu Katsir, cetakan kelima, 1420 H) [Tahqiq: Yasin Muhammad As Sawaas]

Hal tersebut berdasarkan sebagian salaf, “Di antara balasan kebaikan adalah kebaikan selanjutnya dan di antara balasan kejelekan adalah kejelekan selanjutnya.”(Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, Ibnu Katsir, 8/417, Daar Thoyyibah, cetakan kedua, 1420 H) [Tafsir Surat Al Lail]

Ibnu Rajab menjelaskan hal di atas dengan perkataan salaf lainnya, ”Balasan dari amalan kebaikan adalah amalan kebaikan selanjutnya. Barangsiapa melaksanakan kebaikan lalu dia melanjutkan dengan kebaikan lainnya, maka itu adalah tanda diterimanya amalan yang pertama.

Begitu pula barangsiapa yang melaksanakan kebaikan lalu malah dilanjutkan dengan amalan kejelekan, maka ini adalah tanda tertolaknya atau tidak diterimanya amalan kebaikan yang telah dilakukan.” (Latho-if Al Ma’arif, hal. 394)

4. Sebagai bentuk syukur pada Allah
Melaksanakan puasa Syawal adalah bentuk syukur kita kepada Allah atas kesempatan beribadah selama bulan Ramadhan. Karena saat itu, Allah melimpahkan ampunanNya atas dosa-dosa kita.

Pun mengenai hal ini Ibnu Rajab Al Hambali menjelaskan, ”Setiap nikmat Allah berupa nikmat agama maupun nikmat dunia pada seorang hamba, semua itu patutlah disyukuri. Kemudian taufik untuk bersyukur tersebut juga adalah suatu nikmat yang juga patut disyukuri dengan bentuk syukur yang kedua

Kemudian taufik dari bentuk syukur yang kedua adalah suatu nikmat yang juga patut disyukuri dengan syukur lainnya. Jadi, rasa syukur akan ada terus sehingga seorang hamba merasa tidak mampu untuk mensyukuri setiap nikmat. Ingatlah, syukur yang sebenarnya adalah apabila seseorang mengetahui bahwa dirinya tidak mampu untuk bersyukur (secara sempurna).” (Lihat Latho-if Al Ma’arif, hal. 394-395)

Demikian sebagian keutamaan melaksanakan puasa Syawal. Semoga kita bisa menggenapkannya nanti.

Source: DBS

Assalamualaikum, Sinergi Foundation!