Siti Rohmah tengah hamil usia 32 minggu. Tapi di tengah kehamilannya, ada kabar menyedihkan. Oleh medis, ia didiagnosa mengidap IUGR (Intrauterine Growth Restriction), suatu kondisi dimana kehamilannya mengalami pertumbuhan janin terhambat.
Memang selama kehamilan, ia dan suami mengakui, bahwa mereka hanya makan seadanya.
“Saya cuma makan sehari 2 kali itu juga pake sayur aja. Kadang ngga ada lauknya, kadang kalaupun bisa beli lauk cuma beli telur aja.”
Untuk makan saja susah, apalagi melahirkan nanti. Awalnya, ia sempat merasa khawatir karena tak punya biaya persalinan. Suaminya yang bekerja sebagai buruh menjahit pun terkena dampak corona sehingga orderan jadi sepi. Padahal, ia juga harus menghidupi kedua anaknya.
Tak disangka, ditengah kebingungannya, ia diarahkan menjadi member di Rumah Bersalin Cuma-Cuma (RBC), klinik persalinan yang diinisiasi Sinergi Foundation.
Kehamilan ketiganya ini cukup mengesankan baginya, walaupun mengidap IUGR, namun ia senang karena bisa merasakan nikmatnya fasilitas pemeriksaan kehamilan dan konsultasi gratis di RBC.
“Alhamdulillah ngerasa kebantu banget ada RBC. Harapannya semoga persalinan saya nanti lancar dan bayinya sehat.” tutur Rohmah.
Sahabat, ada banyak lagi ibu dhuafa yang perlu uluran tangan kita. Sahabat #SiapBeramal? KLIK di sini



