Memahami Rukun dalam Menyembelih Hewan Kurban

Berita

Home » Berita » Memahami Rukun dalam Menyembelih Hewan Kurban

Islam yang hadir sebagai rahmatan lil ‘alamin, tak hanya mengatur perkara hubungan manusia dengan Sang Maha Pencipta saja, hadirnya Islam juga turut mengatur hubungan antara manusia, tentang kehidupan, hingga hubungan manusia dengan semesta.

Karena itu, dalam perkara menyembelih pun, Islam amat mengatur rukun dan tata caranya agar tidak menyakiti hewan. Kita bahkan dianjurkan untuk melakukannya dengan baik dan lemah lembut. Sehingga saat menyembelih tidak menyakiti hewan.

Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa Allah mewajibkan agar kita berbuat ihsan dan baik pada hewan, termasuk ketika hendak menyembelihnya. Dari Abu Ya’la, dia berkata bahwa Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda;

“Sesungguhnya Allah telah mewajibkan berbuat ihsan atas segala sesuatu. Apabila kalian membunuh, maka bunuhlah dengan baik. Apabila kalian menyembelih, maka sembelihlah dengan baik dan hendaklah salah seorang di antara kalian menajamkan pisaunya dan senangkanlah hewan yang akan disembelih.” (HR Muslim)

Selain tidak menyakiti hewan, penyembelihan secara syar’i juga bermanfaat untuk memaksimalkan darah keluar dari tubuh hewan (drain out). Sehingga daging menjadi lebih tahan lama dan sehat. Sebab tidak ada timbunan darah yang dapat menjadi media bagi mikroba pembusuk untuk tumbuh.

Berikut rukun yang harus Sahabat perhatikan sebelum melaksanakan penyembelihan hewan, agar daging terjamin kehalalannya dan terjaga kehigienisannya,

1. Hewan yang hendak disembelih haruslah hewan halal
Hal utama yang harus diperhatikan sebelum melakukan penyembelihan secara syar’i yakni, hewan yang hendak disembelih merupakan hewan halal. Baik dari halal jenis hewannya (halal lidzaatihi) maupun halal cara memperolehnya (halal lighairihi).

Walaupun disembelih sesuai dengan syariat Islam, namun hewan sembelihan diperoleh dengan cara mencuri atau termasuk hewan dengan najis berat (seperti babi), maka, dagingnya tetap haram untuk dikonsumsi.

Allah Ta’ala berfirman, “Diharamkan bagi kalian (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah.” (QS Al Maidah: 3)

2. Hewan sembelihan haruslah dalam keadaan hidup
Jika hewan yang hendak disembelih dalam keadaan mati, maka haram hukumnya untuk dikonsumsi.

Allah Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai.” (QS Al Baqarah: 173)

3. Gunakan alat yang tajam ketika menyembelih
Sebelum menyembelih hewan, selalu pastikan bahwa alat yang akan digunakan (pisau, golok, bahkan mesin pemotong) sangat tajam dan tidak berigi. Syari’at Islam melarang kita menganiaya hewan yang kita sembelih.

Rasulullah berkata kepada Aisyah ketika hendak menyembelih hewan kurban, “’Wahai Aisyah, ambilkanlah alat sembelih.’ Kemudian beliau berkata lagi, ‘Asahlah alat itu dengan batu.’” (HR Muslim)

4. Membaca lafadz Basmallah ketika hendak menyembelih
Terdapat perbedaan pendapat tentang pembahasan membaca basmalah sebelum menyembelih. Namun menurut ulama Dzahiriyah dan beberapa ulama salaf, mengatakan bahwa membaca basmalah adalah syarat utama, tidak boleh ditinggalkan baik karena lupa, sengaja atau tidak tahu. Jika membaca basmalah ditinggalkan, maka hasil sembelihan hewan kurban tersebut tidak halal dimakan. Hal ini berdasarkan firman Allah,

“Dan janganlah kalian memakan daging binatang-binatang yang tidak disebut Nama Allah ketika menyembelihnya. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan.” (QS Al An’am: 121)

Pun umat Islam dilarang memakan daging hewan halal yang ketika disembelih disebut selain nama Allah. Allah Ta’ala berfirman, “Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah.” (QS Al Maidah: 3)

5. Pastikan ketika menyembelih hewan, memotong 3 saluran di leher
Ketika melakukan proses penyembelihan, pastikan 3 saluran di leher hewan telah terputus. Yakni saluran pernafasan atau hulqum, saluran makanan atau mari’, dan dua pembuluh darah atau wadajaain (arteri karotis dan vena jugularis).

6. Pastikan hewan yang disembelih telah benar-benar mati
Sebelum diproses lebih lanjut, lakukan pengecekan bahwa hewan tersebut telah mati secara sempurna. Jika belum mati, hewan tidak boleh dikuliti, tidak boleh dipotong ekornya, tidak boleh dipotong kakinya, dan tidak boleh dipotong kepalanya.

Dari Abu Waaqid Al Laitsy ra., Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Bagian apa saja yang dipotong dari hewan ketika hewannya masih hidup, maka ia adalah bangkai.” (HR Abu Dawud dan At Tirmidzi)

Demikian rukun-rukun yang harus diperhatikan ketika menyembelih hewan. Semoga kita bisa menerapkannya dengan benar dan baik.

(Source: Hidayatullah)

Ayo Berbagi untuk Manfaat Tiada Henti
×
Open chat
Assalamualaikum, Sinergi Foundation!
Powered by