Bolehkah Melakukan Arisan Kurban?

Berita

Home » Berita » Bolehkah Melakukan Arisan Kurban?

Mengadakan arisan dalam rangka berkurban masuk dalam pembahasan berhutang untuk kurban. Sekelompok orang mengumpulkan sejumlah uang, kemudian diserahkan kepada yang berhak dengan cara diundi.

Mengenai hukum berkurban dengan berhutang, sebagian ulama ada yang memperbolehkan bahkan menganjurkan berqurban meskipun dengan berhutang. Hal ini karena keutamaannya yang luar biasa dan waktunya pelaksanaan yang terbatas (4 hari dalam setahun). Maka boleh berhutang dengan catatan ada keyakinan penuh beberapa waktu kemudian dapat membayarnya.

Prinsipnya, kalau sistem dan tata cara arisan itu halal, maka hukumnya pasti halal. Sebaliknya, bila sistem arisannya haram, karena mengandung unsur yang bertentangan dengan syariat Islam, maka arisan qurban pun hukumnya haram juga.

Untuk mengetahui arisan yang halal, prinsipnya semua anggota harus dapat giliran menang secara adil. Dan nilai yang diterima harus sama pada setiap pengocokannya. Sehingga pada akhirnya tidak ada anggota yang untung atau rugi secara finansial, karena uang mereka tidak bertambah dan tidak berkurang. Arisan menjadi haram nilai hadiah buat pemenang berubah-ubah pada tiap pengocokan.

Yang harus diperhatikan:
1. Yang mengikuti arisan tersebut hendaknya orang yang berkemampuan karena yang namanya arisan berarti berutang.
2. Harga kambing bisa berubah setiap tahunnya. Oleh karena itu, arisan pada tahun pertama lebih baik setorannya dilebihkan dari perkiraan harga kambing untuk tahun tersebut.
3. Ketika menyembelih tetap mengatasnamakan individu (satu orang untuk kambing atau tujuh orang untuk sapi dan unta) dan bukan mengatasnamakan jama’ah atau kelompok arisan. [] (dbs)

Ayo Berbagi untuk Manfaat Tiada Henti
×
Open chat
Assalamualaikum, Sinergi Foundation!
Powered by