kurban, Green Kurban, wafat

Bolehkah Berkurban untuk Orang yang Sudah Wafat?

Praktik ibadah kurban masih melahirkan pertanyaan di tengah masyarakat. Termasuk, boleh dan tidaknya berkurban bagi orang yang telah meninggal. Lalu, bagaimana hukumnya?

Dikutip dari buku “Fiqih: Sembelihan” karya Ahmad Sarwat. Lc., MA, Imam Syafi’I berpendapat bahwa menyembelih hewan qurban untuk keluarganya yang telah wafat itu tidak boleh dilakukan, dan pahalanya tidak akan bisa disampaikan kepada yang dituju. Alasannya bahwa tiap ibadah itu membutuhkakn niat. Dan orang mati tidak bisa berniat.

Sementara di sisi lain, pahala tidak bisa dikirimkan begitu saja kepada orang yang sudah wafat, kecuali bila memang ada wasiat atau waqaf dari mayit itu ketika masih hidup, termasuk pahala sembelihan hewan udhiyah. Lain halnya bila almarhumah sebelum wafat berwasiat ataau berwaqaf. Maka memang sejak masih hidup, almarhum telah menetapkan niat, bahkan harta yang digunakan adalah harta miliknya sendiri, yang disisihkan sebelum pembagian warisan.

Sebaliknya, kalangan fuqaha dari Al-Hanafiyah dan Al-Hanabilah sepakat bahwa hal itu boleh hukumnya. Artinya tetap sah dan diterima di sisi Allah SWT sebagai pahala qurban. Mereka membolehkan pengiriman pahala menyembelih hewan udhiyah kepada orang yang sudah meninggal dunia. Dan bahwa pahala itu akan bisa bermanfaat disampaikan kepada mereka. Dasar kebolehannya adalah bahwa dalil-dalil menunjukkan bahwa kematian itu tidak menghalangi seorang mayit bertaqarrub kepada Allah SWT sebagaimana dalam masalah shadaqah dan haji.

Ayo Berbagi untuk Manfaat Tiada Henti

Masukan Email Anda

untuk mendapatkan informasi berkala.

Assalamu'alaikum! Silakan tinggalkan pesan Anda, Sinergi Consultant kami siap untuk membantu.
Powered by