wakaf

Akad dalam Berwakaf

Sedekah di dalam Al-Qur’an bisa disebutkan dengan zakat, infaq, atau wakaf. Ketiganya memiliki perbedaan dari segi peruntukkannya. Namun yang bisa membedakan ibadah tersebut salah satunya adalah akad antara si pemberi sedekah dan pihak penerima (pengelola lembaga zakat).

Sebuah ibadah wakaf memiliki rukun yang menjadi kerangka dasar agar hukumnya menjadi sah dan diterima Allah SWT. Rukun pertama wakaf dan disepakati oleh seluruh ulama adalah adanya sighat atau ikrar atas wakaf.

Biasanya sighat itu terdiri dari dua hal, yaitu ijab dan kabul. Ijab adalah pernyataan dari pemilik harta yang menyerahkan harta miliknya sebagai wakaf. Sedangkan kabul adalah ucapan penerima dari pihak yang diserahkan kepadanya harta wakaf.

Ijab bisa dilakukan dengan pernyataan tegas (sharih) dan bisa dengan lafadz yang bersifat tersamar (kinayah), seperti pada kasus talak.

Pernyataan yang tegas (sharih) adalah bila seorang pemilik harta dengan berkata, “Aku wakafkan harta ini”. Sedangkan lafadz yang bersifat tersamar (kinayah) adalah lafadz yang masih bisa ditafsirkan menjadi pemahaman yang berbeda.

(Sumber : Ahmad Sarwat, Lc. MA., dalam buku Fiqih Wakaf)

Ayo Berbagi untuk Manfaat Tiada Henti

Masukan Email Anda

untuk mendapatkan informasi berkala.

Assalamu'alaikum! Silakan tinggalkan pesan Anda, Sinergi Consultant kami siap untuk membantu.
Powered by