Warga Ciwangi Garut Genjot Sejumlah Persiapan Wujudkan Lumbung Desa

SF-UPDATE,– Pasca silaturahim dengan Sinergi Foundation, Warga Ciwangi Balubur Limbangan Garut menggenjot sejumlah persiapan demi wujudkan Lumbung Desa (Lumdes). Di antaranya menggelar Riungan, pendataan kepemilikan sawah, pendataan anggota poktan dari berbagai aspek, pemetaan dan pembahasan hasil survei.

Fasilitator Program Maryana Ahmad menjelaskan Beberapa hal yang menjadi pertimbangan survei lokasi Lumdes di antaranya kondisi lingkungan permukiman dan kondisi SDA yang mendukung kegiatan pertanian.

“Kondisi drainase, jalan lingkungan/gang, limbah rumah tangga, limbah pabrik, kondisi rumah anggota poktan, keadaan rumah tangga anggota poktan,: kondisi mata air, sungai, irigasi, kolam, sawah, kebun, lahan kritis, area rawan longsor, area tercemar sampah, kotoran ternak,” jelas Maryana saat Riungan keenam di Kampung Manjah Beureum RW 11, Ahad (19/02/2017).

Berdasarkan survai yang dilaksanakan pada riungan ke-5 di Kampung Cipeujeuh, survai diperlukan untuk melihat dan mengamati secara langsung kondisi dan keadaan di lapangan. Hasil survai kemudian dikaji dari sisi penyebab, dampak dan solusi yang dapat dilakukan.

Selanjutnya dikaji juga dr sisi modal/aset SDM, SDA, infrastruktur, sosial dan keuangan. beberapa kondisi di daerah banyak yang harus dibenahi. Beberapa hal yg dikaji dari hasil survai antara lain berkaitan tentang ketersediaan benih padi, kurangnya pupuk, kondisi irigasi, pencemaran sungai oleh pabrik, pencemaran dr tumpukan sampah, anggota poktan yang terjerat rentenir dan kebutuhan peralatan pertanian serta peningkatan keterampilan anggota poktan.

Maryana juga menambahkan, hasil survai atr lain berkaitan dgn mata air yg kondisinya tidak terawat. Sekelilingnya tidak dipondasi sehingga rawan runtuh, banyak sampah, banyak selang milik warga yang tidak teratur, tidak banyak pohon di sekitar mata air tersebut dan tdk ada pagar di sekelilingnya.

Hal ini dapat mengakibatkan banyak kerugian. Di antaranya air keruh, masuknya kotoran hewan, terjadi urugan tanah, aliran air ke warga melalui selang dapat terganggu. Pun dengan ketersediaan air menjadi dapat berkurang, dapat menimbulkan perselisihan warga, mata air lambat laun akan hilang, pemenuhan kebutuhan air untuk kolam ikan menjadi berkurang, dan menyebabkan pasokan air untuk menyiram tanaman berkurang.

Di akhir pertemuan, fasilitator berharap agar setiap kampung mempertajam kajian hasil survai di lokasinya masing-masing. Hasil kajian, selanjutnya akan menjadi bahan dalam penyusunan rumusan program yang akan dibahas dalam riungan ke-7 (Mahar/newsroomSF)

Berbagi & Bersinergi untuk Manfaat Tiada Henti

Masukan Email Anda

untuk mendapatkan informasi berkala.

×
Assalamualaikum! Ada yang bisa Kami bantu?