Wakaf Produktif - Sinergi Foundation

 

PENGERTIAN WAKAF

Wakaf=“Waqf” yang berarti “al-Habs”.  Artinya: menahan, berhenti, atau diam. [Ibnu Manzhur: 9/359]. Penahanan hak milik atas materi benda (al-‘ain) untuk tujuan menyedekahkan manfaat atau faedahnya (al-manfa‘ah) [al-Jurjani: 328] Menahan asal harta (tanah) dan menyedekahkan manfaat yang dihasilkan (Ibnu Qudamah: 6/185).

Kata Wakaf Secara Etimilogis berasal dari kata waqafa-yaqifu-waqfan yang mempunyai arti menghentikan atau menahan. atau berdiam di tempat atau tetap berdiri.

Wakaf dalam Kamus Istilah Fiqih adalah memindahkan hak milik pribadi menjadi milik suatu badan yang memberi manfaat bagi masyarakat (Mujieb, 2002:414).

Wakaf menurut hukum Islam dapat juga berarti menyerahkan suatu hak milik yang tahan lama zatnya kepada seseorang atau nadzir (penjaga wakaf) baik berupa perorangan maupun berupa badan pengelola dengan ketentuan bahwa hasil atau manfaatnya digunakan untuk hal-hal yang sesuai dengan syari’at Islam (M. Zein, 2004:425).

Dalam Undang-undang No. 41 Tahun 2004 mengenai Wakaf, Pengertian Wakaf adalah perbuatan hukum wakif (pihak yang mewakafkan harta benda miliknya) untuk dimanfaatkan selamanya atau untuk jangka waktu tertentu sesuai dengan kepentingannya guna keperluan ibadah dan/atau kesejahteraan umum menurut syariah.

DASAR WAKAF PRODUKTIF

1. SEDEKAH JARIYAH = WAKAF  


"Apabila anak Adam meninggal maka terputuslah semua amalnya kecuali tiga perkara: shadaqoh jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak soleh yang mendoakannya" (HR. Muslim).

Keterangan:

  • Yang dimaksud dengan SHADAQAH JARIYAH adalah WAKAF. [Imam Nawawi, Syarh Shahih Muslim]. Pendapat ini sama dengan pendapatnya Asy-Syaukani, Sayyid Sabiq, Imam Taqiyuddin, dan Abu Bakr.
  • Syaikh Abdullah Ali Bassam berkata:  “Wakaf adalah sedekah yang paling mulia. Allah SWT menganjurkannya dan menjanjikan pahala yang sangat besar bagi yang berwakaf, karena sedekah berupa wakaf tetap terus mengalirkan kebaikan dan mashlahat".

2.  WAKAF ITU (Harus)  PRODUKTIF

Ibnu Umar menuturkan bahwa Umar pernah mendapat kebun kurma di Khaibar. Umar ingin menyedekahkannya. Lalu ia bertanya kepada Rasulullah. Rasul menjawab: Jika engkau mau, engkau dapat menahan pokoknya dan bersedekah dengannya” (HR al-Bukhari, Muslim, at-Tirmidzi, an-Nasaa’I, Ibnu Majah, Ahmad)

KENAPA WAKAF HARUS PRODUKTIF ?

Utsman Ibn Affan (Amal Abadi Sahabat Nabi)

Membeli sumur Raumah, lalu digratiskan untuk kepentingan umat. Menumbuhsuburkan kebun kurma, yang berdampak peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dan kini, ribuan tahun berlalu, manfaatnya tak berhenti, terus mengalir. Hotel berbintang atas nama beliau pun berdiri megah, tempat singgah para peziarah. Hasilnya? Tentu untuk kemanfaatan umat yang seluas-luasnya.      

Panas terik menggantung di langit kota–kota seantero Jazirah Arab. Angin panasnya membelai tiap jengkal Madinah. Sumur-sumur melompong, kering. Satu-satunya sumur yang ada airnya hanya sumur Raumah, milik seorang Yahudi. Sang Nabi dan rakyat Madinah mulai merasa dahaga, kehausan.

Berduyun warga Madinah antri, berbaris rapi membeli air kepada si Yahudi pemilik sumur. Rasul bersabda lirih, tak sanggup melihat umatnya menderita, “Wahai Sahabatku, siapa saja diantara kalian yang menyumbangkan hartanya untuk dapat membebaskan sumur itu, lalu menyumbangkannya untuk umat, maka akan mendapat surgaNya Allah Ta’ala” (HR. Muslim).

Tetiba, siapa lagi kalau bukan pengusaha kesohor Madinah, sahabat terbaik nabi setelah Abu Bakar dan Umar, yang segera menyambut seruan sang Nabi. Utsman Ibn Affan langsung mendatangi si Yahudi tersebut. Ia segera menawari harga sangat tinggi, hingga puluhan ribu dinar!

“Seandainya sumur ini saya jual kepadamu wahai Utsman, maka aku tidak memiliki penghasilan yang bisa aku peroleh setiap hari” kata Yahudi itu ‘kekeuh’ tak ingin melepaskan sumurnya. Utsman tak kehabisan cara, mengingat balasan surga yang begitu  jelas di hadapannya.

“Bagaimana kalau aku beli setengahnya saja dari sumurmu” Utsman, gaya seorang pedagangnya mulai beraksi. “Maksudmu?” tanya Yahudi keheranan.
“Begini, jika engkau setuju maka kita akan memiliki sumur ini bergantian. Satu hari sumur ini milikku, esoknya kembali menjadi milikmu kemudian lusa menjadi milikku lagi demikian selanjutnya berganti satu-satu hari. Bagaimana?” jelas Utsman.

Yahudi itu pun terbengong heran, sambil berguman,”… saya mendapatkan uang besar dari Utsman tanpa harus kehilangan sumur milikku”. Akhirnya si Yahudi setuju menerima tawaran Utsman tadi dan disepakati pula hari ini sumur Raumah adalah milik Utsman bin Affan Radhiyallahu ‘anhu.

Utsman pun segera mengumumkan kepada penduduk Madinah yang mau mengambil air di sumur Raumah, silahkan mengambil air untuk kebutuhan mereka semua Gratis! Rakyatpun berbondong datang ke sumur Utsman.

Keesokan hari Yahudi mendapati sumur miliknya sepi pembeli, karena penduduk Madinah masih memiliki persedian air di rumah. Yahudi itupun mendatangi Utsman dan berkata “Wahai Utsman belilah setengah lagi sumurku ini dengan harga sama seperti engkau membeli setengahnya kemarin”. Utsman setuju, lalu dibelinya seharga 20.000 dirham, maka sumur Raumah pun menjadi milik Utsman secara penuh.

Utsman pun secara resmi mewakafkan sumur raumah tersebut untuk kaum muslimin. Per detik itu, sumur dapat dimanfaatkan untuk kepentingan umat, seluruh rakyat Madinah. Sumur itu menjadi sumber mata air lahan sekitarnya, hingga ditanam kebun kurma. Rakyat Madinah memanfaatkan kurma untuk berdagang, dan hasilnya dimanfaatkan untuk umat.

Pohon kurma terus bertambah, hingga diwariskan dari generasi ke generasi. Dari para Khalifah, hingga Daulah Utsmaniyyah, dan terakhir dikelola oleh pemerintah Arab Saudi. Departemen Pertanian Saudi menjual hasil dari ribuan pohon ke pasar-pasar. Setengah keuntungannya disalurkan ke anak yatim.

Setengahnya lagi disimpan dalam bentuk rekening di bank atas nama Utsman Ibn Affan, dibawah pengawasan Departemen _Pertanian. Uang yang mampir di rekening Ridwanullah Utsman Ibn Affan terus membengkak, hingga pemerintah Saudi memutuskan membelikan tanah dekat Masjid Nabawi atas nama Utsman bin Affan.

Tanah tersebut dibangun Hotel bintang lima hasil wakaf Utsman. Hotel milik Utsman bin Affan pun kini berdiri kokoh di samping Masjid Nabi. Peziarah berdatangan menginap di sana, hingga omset hotelnya bisa mencapai puluhan juta per bulan. Setengah keuntungannya lagi-lagi digunakan untuk kegiatan sosial.

Setengahnya lagi, disimpan di rekening atas nama Utsman bin Affan. Subhanallah, walau jasad tertimbun tanah, namun amal Utsman bin Affan terus mengalir. Manfaatnya terus dirasakan hingga kini. Hotel dan Rekening atas nama Utsman, menjadi saksi kedermawanan sahabat nabi ini. Wallahua’lam.

(rizki lesus/dbs) Sumber: kisahmuslim.com

WAKAF DI BELAHAN DUNIA


LEMBAGA WAKAFPRO 99


adalah lembaga pengelola (nazhir) wakaf profesional yang berkhidmat menghimpunan aset wakaf berupa uang tunai dan atau benda lainnya seperti tanah, rumah, gedung, kendaraan, dll yang keuntungan dari pengelolaan dana atau aset tersebut akan digunakan untuk kemaslahatan umat serta menjadikan wakaf sebagai jalan untuk menyiarkan Islam dan menjadi kekuatan untuk mengangkat kesejahteraan masyarakat.

TAGLINE

PROfesional, PROduktif  dan PROblem Solving

Aset wakaf produktif yang telah diresmikan oleh Wakaf Pro 99 – Sinergi Foundation, antara lain:

  1. Apotik  
  2. Fashion, Produksi & Toko
  3. Wisma Ayu (Kost-Kostan) di Jl.Batik Ayu Sukaluyu Bandung
  4. Training Center di Gedung Wakaf 99- Bandung
  5. Sewa Ruang Kantor di Gedung Wakaf 99 Bandung

SINERGI FOUNDATION

Call Center : 0851 0004 2009 (Telkomsel)

Alamat :

Gedung Sinergi Foundation
Jl. HOS Tjokroaminoto (Pasirkaliki)
No. 143 Bandung 40173
Telp: (022) 612 0218
Fax: (022) 612 0130


Gedung Wakaf 99
Jl. Sidomukti No. 99 H Bandung 40123
Telp: (022) 251 3991
Fax. (022) 251 1865

Twitter: @sinergiID
Facebook : https://www.facebook.com/sinergifoundation
Website: http://www.sinergifoundation.org

 




Members of Sinergi Foundation




Rumah Bersalin Cuma-Cuma

Rumah Bersalin Cuma-Cuma (RBC) merupakan institusi pelayanan kesehatan bagi Ibu dan Anak dari kalangan dhuafa, khususnya dalam bidang persalinan secara Cuma-Cuma dengan mengedepankan pengelolaan professional dan pelayanan maksimal

Paket Donasi :
Paket Ibu
Rp.500.000,-
Paket Anak
Rp.250.000,-
Beasiswa Pemimpin Bangsa

Beasiswa Pemimpin Bangsa Sinergi Foundation (BPB) adalah program beasiswa pendidikan terpadu dengan sistem asrama, bagi mahasiswa berprestasi dari kalangan dhuafa pada perguruan tinggi negeri di Indonesia

Lumbung Desa

Merupakan sebuah gagasan yang diinisiasi Sinergi Foundation, sebagai upaya mengembalikan desa kepada khittahnya: Desa sebagai sumber pangan Indonesia. Mengangkat harkat dan martabat desa, khususnya para petani. Dampak luasnya, menciptakan kedaulatan pangan di negeri tercinta

Sign Up for Kabar Sinergi