Ustadz Adi Hidayat Turut Berwakaf  untuk Program Sosial Pemberdayaan Sinergi Foundation

Hadir di event Peletakan Batu Pertama: Rumah Sakit Wakaf Ibu dan Anak RBC, Ustadz Adi Hidayat, Lc., MA., turut berdonasi sebesar 100 juta rupiah, Sabtu (14/04/2018). Wakaf tersebut dialokasikan untuk berbagai program di Sinergi Foundation.

“Karena saya orang pertama yang bicara di sini, saya tidak ingin hanya berbicara saja namun tidak memberikan contoh sesuai dengan hal yang disampaikan,” kata Ustadz Adi Hidayat

Ia melanjutkan, “Saya tidak tahu berapa yang dibutuhkan, tapi kita ikut berbagi, insya Allah, untuk program wakaf ini, kami ikut insya Allah dengan 100 juta rupiah. Semoga Allah memberikan kemuliaan,”

Pakar Ilmu Al Quran dan Hadits ini berbagi ilmu mengenai wakaf. Menurutnya wakaf hadir di saat kondisi umat Islam mulai mapan dan tenang di Madinah pada tahun kedua hijrah. Ketika itu, sudah mulai pula dimunculkan turunan-turunan dari ibadah setelah perintah shalat.

“Setelah stabil keadaan, datang perintah-perintah yang luar biasa untuk memaksimalkan ibadah, di antaranya turun perintah puasa. Pun, di tahun yang sama, Nabi tiba-tiba mengatakan, ‘Saya ingin serahkan 7 pohon kurma saya dan saya cukupkan pohonnya agar tidak diganggu tapi buahnya bisa digunakan untuk apapun. Saya diamkan fungsi pohonnya dan silakan gunakan fungsi buahnya.’” papar Ustadz Adi.

Didiamkan, lanjutnya, adalah apa yang disebut dengan wakaf, fungsinya ditebarkan untuk memperoleh manfaat yang lebih baik lagi. Setelah Nabi berikrar demikian, jejak tersebut langsung diikuti Umar bin Khattab, bahkan Ali bin Abi Thalib yang terkenal dengan hartanya yang jumlahnya pas-pasan.

“Inilah luar biasanya cara berpikir sahabat, jika ada orang lain yang melakukan kebaikan maka dirinya pun minimal melakukan hal yang sama, yang mampu dikerjakan,” papar founder Quantum Akhyar Institute.

Karenanya, imbuhnya, yang dimaksud dengan jejak wakaf pada event Peletakan Batu Pertama: Rumah Sakit Wakaf Ibu dan Anak RBC bukan hanya simbolisasi peletakan batu atau penandatanganan. “Sejak tahun kedua hijrah, sudah ada orang yang berlomba untuk wakaf. Bukan nominal atau benda yang dilihat, melainkan wakaf dipandangsebagai tiket untuk memasuki surga,” tandasnya. []

Berbagi & Bersinergi untuk Manfaat Tiada Henti

Masukan Email Anda

untuk mendapatkan informasi berkala.

×
Assalamualaikum! Silahkan Tinggalkan Pesan anda di sini dan kami akan segera merespon pesan anda segera.