Sinergi Foundation Gelar Silaturahim Bersama Orangtua Anak Penyandang Epilepsi

SF-UPDATE,– Sinergi Foundation menggelar silaturahim bersama orang tua anak penyandang epilepsi, Kamis (09/06/2016). Sekira 60 mustahik penerima manfaat tebus resep obat epilepsi dari berbagai daerah di Jawa Barat ini datang memadati Aula Training Centre, Gedung Wakafpro 99 Jalan Sidomukti No. 99 Bandung. Kegiatan ini menghadirkan Dr. Tito Gunantara spa. M.Kes selaku dokter spesialis anak, dan seorang ahli terapi, Nina Sulastri sebagai pembicara. 

Direktur Program SF, Arie Suryani menyampaikan tujuan diadakannya acara ini untuk berbagi motivasi dan pengalaman sesama orang tua dari penyandang epilesi. Mereka bisa saling bertukar info tentang keberhasilan pengobatan atau masalah lainnya yang terkait dengan penyakit epilepsi.

“Kalau ada salah satu dari mereka yang sukses dengan pengobatannya, bisa sharing pengalamannya kenapa dia bisa sukses? Tipsnya apa?” ujar Arie.

Dan jika misalnya belum sembuh dia bisa tersadar ternyata dirinya tidak sendiri, banyak juga orang lain yang mengalami keadaan yang serupa. Jadi datang kesini tidak hanya ngambil resep, terus pulang, tapi ada benefit lain yang mereka dapatkan,” lanjutnya.

Arie juga menjelaskan latar belakang diadakan acara ini, karena melihat dari banyaknya peserta penerima manfaat SF merupakan mereka yang penyandang epilesi. Per bulan jumlah mereka yang datang untuk tebus resep bisa mencapai 40 orang. Kebanyakan penerima manfaat berasal dari wilayah kota Bandung, meski ada sebagian dari Kabupaten, seperti Sumedang, Garut, dan Padalarang.

“Program tebus resep ini per bulannya lebih dari 100 orang yang datang. Selain peserta dari penyandang epilespi ada juga dari mereka yang memiliki penyakit jantung, leukimia, gagal ginjal, liver, dan lain sebagainya,” ungkapnya.

Prosedurnya, para penerima manfaat  itu datang ke Gedung Wakaf dengan membawa resep dari dokter. Ada beberapa obat yang bisa ditebus melalui BPJS, tapi ada juga yang harus dibeli sendiri. Karena mereka tidak sanggup membelinya, datanglah mereka ke SPM untuk pengajuan menebus resep.

“Nanti setelah datang kita tinggal kasih surat jalan untuk penebusan ke mitra kami yaitu Fita Farma. Dan bantuan ini tidak boleh disalahgunakan,” katanya. . 

Sementara ke depannya, dari acara ini Arie berharap timbulnya kesadaran dari mereka untuk membuat suatu komunitas. Karena menurutnya, kalau dari SF yang membentuk seakan memaksa dan jatuhnya menjadi kewajiban buat mereka.

“Mereka datang ke sini kan, mungkin mengharapankan sesuatu, bisa dikasih obat, atau apa. Namun, kalau mereka mau ada komitmen untuk buat komunitas, sadar dengan sendirinya bahwa mereka butuh. Kita siap untuk mewadahi, seperti tempat dan fasilitasnya, tapi untuk organisasinya biar mereka sendiri yang mengurus,” pungkas Arie. []

 

Penulis : Dita Fitri Alverina

Editor : Kevin

Berbagi & Bersinergi untuk Manfaat Tiada Henti

Masukan Email Anda

untuk mendapatkan informasi berkala.