Sibuk Bukan Alasan, Penerima Manfaat BPB Tetap Torehkan Prestasi

Memasuki era distrupsi, generasi muda dituntut untuk memberikan ide-ide kreatif dan inovatif bagi kemaslahatan masyarakat di bidang ekonomi, sosial, bahkan kesehatan. Dengan karya tulis bertema ‘Penangan Pra-Rumah Sakit Terintegrasi IoT untuk Korban Kecelakaan Lalu Lintas’, perwakilan dari Institut Teknologi Bandung (ITB) menoreh prestasi dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional Mathematics Students Club (LKTIN MSC) yang mengusung tema ‘Meningkatkan Kualitas Generasi Muda sebagai Lentera Bangsa dalam Mengembangkan Ide-Ide Kreatif dan Inovatif melalui Karya Tulis Ilmiah’, Ahad (05/11/2017).

Dalam kompetisi yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Jember, Raih Rona Althof, mahasiswa S1 Teknik Biomedis, Institut Teknologi Bandung. Bersama seorang rekan jurusannya, Navila Akhsanil Fitri, menyabet juara pertama dan berhasil mendapatkan trofi dan uang tunai senilai 2 juta rupiah.

Raih Rona Althof yang juga salah seorang penerima manfaat Beasiswa Pemimpin Bangsa (BPB), memilih untuk mengembangkan ide pada sub-tema kesehatan. Dengan basis pengetahuan umum mengenai permasalahan penanganan kesehatan, khususnya berkaitan dengan tingginya tingkat kecelakaan di Indonesia.

“Gambaran umum ide ini adalah suatu sistem yang memiliki tujuan utama mengurangi waktu tunggu penanganan korban kecelakaan lalu lintas dengan fitur monitoring dan teleconference”, jelas gadis yang akrab disapa Rere ini mengenai ide inovasinya.

Agenda turnamen tersebut diawali dengan pengumpulan abstrak pada 6 Agustus. Kemudian dilanjutkan dengan pengumpulan karya tulis pada 1 Oktober hingga final pada 5 November lalu. Babak final yang diikuti oleh 9 tim dari beberapa universitas, antara lain ITB, UNEJ, UNAIR, UB, UGM, dan UII, dilaksanakan di Gedung Rektorat lantai 3 Universitas Jember. Setelah melalui persaingan yang ketat, akhirnya juri memutuskan Rere dan Navila layak mendapatkan posisi juara pertama.

Sempat kesulitan menyesuaikan agenda akademik dan kegiatan kampus, namun hal tersebut tidak menyurutkan semangat melanjutkan proses lomba hingga akhir. “Dengan aktif dalam kompetisi seperti ini merupakan salah satu cara agar dapat bermanfaat sebagai mahasiswa, yaitu mencoba melahirkan ide-ide untuk permasalahan sekitar, disamping hanya mencari sebuah prestasi,” tukasnya. []

Berbagi & Bersinergi untuk Manfaat Tiada Henti

Masukan Email Anda

untuk mendapatkan informasi berkala.